Sabtu, 19 Januari 2019

Kuliah Sambil Kerja di Australia: Ingat-ingat Pakai Visa Ini Ya!


Visa adalah salah satu hal penting yang menentukan kamu bisa berkuliah di luar negeri. Bagi kamu yang tertarik kuliah di Australia, kamu sebagai mahasiswa internasional perlu memiliki visa pelajar subclass 573 (Higher Education Sector visa subclass 573). Visa ini diperuntukkan bagi mereka yang mendaftar kuliah untuk gelar Bachelor, Associate, atau Master.

Kuliah di luar negeri kerap berhubungan dengan masalah keuangan. Salah satu cara untuk membantu keuanganmu selama kuliah adalah dengan sambil bekerja. Nah, kemudian yang menjadi pertanyaan adalah apakah visa subclass 573 di Australia ini mengijinkan mahasiswa internasional untuk bekerja? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Visa yang dikeluarkan sebelum 26 April 2008
Bagi mahasiswa yang mendapatkan visanya sebelum tanggal 26 April 2008, mahasiswa tersebut tidak diberikan ijin untuk bekerja di Australia. Tapi kalau kamu ingin tetap bekerja, kamu perlu mengajukan ijin kerja. Untuk mengurus ijin kerja ini, kamu bisa meminta bantuan dari kantor pendaftaran universitas mengenai proses pengajuannya.

Visa yang dikeluarkan setelah 26 April 2008
Sedangkan untuk mahasiswa yang memperolehnya setelah tanggal 26 April 2008, mereka diijinkan untuk bekerja. Namun ada beberapa batasan-batasan yang harus kemu patuhi, yaitu hanya boleh bekerja maksimal 40 jam per 2 minggu pada masa perkuliahan dan hanya dapat bekerja setelah perkuliahan dimulai. Persyaratan ini juga berlaku terhadap tanggungan mahasiswa internasional (misalnya keluarga).



Lalu bagaimana saat liburan? Tentu menjadi sebuah pertanyaan, “dapatkah saya bekerja pada saat liburan?” Yap, pada masa liburan, sebagai mahasiswa internasional kamu dapat bekerja tanpa batas.

Kemudian apa sih yang dimaksud dengan kuota '40 jam per 2 minggu'?
Berikut ini adalah perincian mengenai jam kerja 40 jam per 2 minggu dalam 1 bulan:
Minggu ke-1 - 15 jam
Minggu ke-2 - 25 jam
Minggu ke-3 - 25 jam
Minggu ke-4 - 10 jam

Lalu bagaimanakah dengan jam kerja yang berhubungan dengan program kuliah seperti magang? Apakah juga berhubungan dengan kuota ’40 jam per 2 minggu’? Jika pekerjaan mahasiswa internasional berhubungan dengan program kuliah (misalnya penempatan kerja atau magang), maka jam kerja tersebut tidak termasuk dalam kuota 40 jam.

Lalu apa sih bedanya visa subclass 573 dengan visa Penelitian Pascasarjana subclass 574 (Postgraduate Research Sector subclass 574)? Perbedaan keduanya adalah batasan dalam bekerja. Pemegang visa 574 dapat bekerja tanpa batas, setelah perkuliahan dimulai. Akan tetapi, sewaktu mengikuti program pre-Master, mahasiswa internasional harus mengikuti kuota 40 jam per 2 minggu. 








Lolos Beasiswa Erasmus+ untuk Program Exchange di VUB Ternyata Mudah Loh





Siapa yang ingin exchange ke Vrije Universiteit Brussel ? Persyaratannya cukup mudah, asalkan kamu mau berusaha. hehe...

Seperti yang telah dilakukan oleh Nurrachman Sukho Mahady, mahasiswa Teknik Elektro UGM ini berhasil lolos untuk menjalani exchange di Vrije Universiteit Brussel  atau biasa disebut VUB selama 1 semester dengan beasiswa Erasmus +. Mahasiswa yang biasa dipanggil Amang ini mulai bermimpi ingin menjadi mahasiswa exchange di luar negeri sejak tahun 2013, dia mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Meski pernah gagal beberapa kali, Amang akhirnya terpilih untuk menjadi mahasiswa exchange di VUB mulai bulan September 2015 sampai Februari mendatang. 

Ingin mengikuti jejak Amang? Simak interview kami di bawah ini

Halo Mas Amang, bisa diperkenalkan untuk teman-teman Berkuliah.com ?
Halo perkenalkan nama saya Nurrachman Sukho Mahady, saya biasa dipanggil Amang. Saya dari Semarang dan saat ini berkuliah di Universitas Gadjah Mada jurusan Teknik Elektro. Bulan September – Februari ini saya berkesempatan untuk melakukan pertukaran pelajar di Vrije Universiteit Brussels (VUB) untuk program Electromechanical Engineering.



Saat ini Mas Amang sedang menjalani exchange di VUB, melalui program atau beasiswa apa?
Program exchange ini menggunakan beasiswa Erasmus+ untuk pertukaran pelajar mahasiswa S-1. Erasmus sendiri memiliki beberapa jenis program seperti AREAS, Lotus, Smartlink, dll. Perbedaan dari tiap program adalah universitas yang bekerjasama di dalamnya baik dari Eropa maupun Asia. Untuk UGM sendiri ikut berpartisipasi dalam program AREAS dan Lotus, jadilah saya mendaftar kedua program tersebut. Khusus untuk program Teknik Elektro sendiri ada 4 universitas yang berpartisipasi dalam program Lotus, di antaranya : VUB, Uppsala University, University of Kent, dan University of Limerick.

Bagaimana proses pendaftaran program exchange Erasmus + dan apa persyaratannya?
Tahap beasiswa Erasmus untuk exchange cukup mudah, hanya perlu menyiapkan berkas-berkas seperti : Sertifikan TOEFL, Motivation Letter, Reference Letter dari dosen, Passport, Curiculum Vitae dan ada beberapa universitas yang mensyaratkan IELTS dan video.




Bagaimana proses seleksinya?  Dan tips dan trik apa yang bisa dibagi untuk teman-teman Berkuliah.com agar dapat diterima pada program tersebut?
Erasmus+ hanya memiliki satu tahap seleksi, yaitu seleksi berkas. Siapkan TOEFL sebaik – baiknya. Atau IELTS bila ingin apply ke Inggris, atau sertifikat Bahasa Jerman bila ingin apply ke Jerman. Mintalah Reference Letter kepada Dosen yang memiliki jabatan atau profesor karena itu akan menambah nilai dari Reference Letter kita. Dan biasanya Proses seleksi akan  memakan waktu sekitar 1-2 bulan. 

Tipsnya, Persiapkan berkas-berkas yang akan diajukan dengan matang dan memenuhi standar. Kemudian Saat memilih universitas usahakan memilih program studi yang sesuai dengan background dan minat kita, serta berikan contoh pengalaman yang kita miliki untuk menunjang studi kita di universitas yang akan kita tuju.

Setelah diterima pada program Erasmus +. Selanjutnya langkah apa yang harus ditempuh? Dan apa saja yang harus dipersiapkan untuk keberangkatan dan kehidupan di Brussel?
Pertama adalah mengurus registrasi online di VUB. Lalu mencari tempat tinggal di sana juga merupakan hal yang penting, jangan asal mencari tempat tinggal. Kunjungi situs-situs kos yang terpercaya atau kalau perlu tanya ke PPI setempat untuk mendapat referensi tempat tinggal yang tepat. Kemudian baru mempersiapkan barang-barang yang akan kita bawa.




Fasilitas apa saja yang didapatkan dari program Erasmus +? Seperti pembuatan Visa dan Asuransi. Tiket pesawat PP, dll.
Untuk program bachelor diberikan tiket pesawat PP Brussels - Indonesia bahkan sampai daerah asal saya, Yogjakarta. Biaya pembuatan Visa dan Asuransi, serta uang saku 1000 Euro setiap bulannya.

Kenapa memilih kampus VUB dan Brussel, padahal Erasmus + telah bekerjasama dengan beberapa universitas untuk program yang sama?
Saya memilih VUB karena program studinya Electromechanical Engineering sesuai dengan minat saya dan juga Brussels termasuk negara yang maju dalam hal ketenagalistrikan dan teknologi kendaraan, sehingga akan sangat bermanfaat jika saya bisa belajar di Brussels

Sesampainya di Brussel, tinggal di mana dan bagaimana akses dari tempat tinggal menuju universitas?
Saya tinggal di asrama U-residence yang letaknya masih di lingkungan VUB sehingga untuk kekampus bisa diakses dengan berjalan kaki.



Di VUB mengambil jurusan apa? Apakah jurusan dan mata kuliah di VUB sama dengan yang  dipelajari saat di UGM?   
Di VUB saya mengambil jurusan electromechanical, mirip dengan jurusan saya di UGM yaitu Teknik Elektro. Mata kuliahnya hampir sama hanya ada beberapa mata kuliah yang baru untuk saya, seperti Piston Engine, Design Methodology, dan Batteries, dan mata kuliah tersebut bisa menambah pengetahuan saya.

Bagaimana sistem perkuliahan di VUB ?
Sistem perkuliahannya hampir sama dengan di Indonesia, saat pelajaran di kelas mahasiswa dituntut untuk aktif berdiskusi, jadi sistem pembelajarannya 2 arah. Setiap mata kuliah akan ada tugas akhir yang harus diselesaikan secara kelompok. Untuk ujian akhir bisa berupa written exam atau oral exam, namun kebanyak berupa oral exam dimana kita harus paham dengan materi pelajaran dan bisa menyampaikannya di hadapan dosen.

Bahasa apa yang digunakan dalam perkuliahan di VUB? Dan bagaimana adaptasi di kelas internasional di VUB?
Semua kelas master di VUB menggunakan Bahasa Inggris, sehingga relatif tidak ada kendala. Cara mudah untuk beradaptasi di kelas yaitu jangan malu bertanya dengan teman atau dosen bila ada sesuatu yang belum jelas atau belum kita pahami.



Kesulitan atau kendala apa yang dihadapi saat berkuliah di VUB? Dan bagaimana solusinya?
Karena di kelas saya tidak ada teman yang dari Indonesia, maka mau tidak mau saya harus berkenalan dengan teman-teman dari negara lain. Di kelas pula saya dituntut untuk aktif menjawab pertanyaan dari Dosen. Selain itu setiap mata kuliah di Fakultas Teknik selalu ada project atau tugas akhir, jadi saya harus mengerjakan tugas tersebut sedikit demi sedikit agar tidak menumpuk di akhir perkuliahan.

Shock culture apa yang dirasakan saat berkuliah di VUB?
Orang-orang di Brussel terbiasa melakukan segala sesuatu dengan cepat dan efisien, bahkan berjalan pun sangat cepat. Dulu saya kira orang Eropa sangat individualis dan tidak ramah, namun ternyata mereka juga ramah dan tidak segan untuk memberi bantuan kepada kita.

Bagaimana Fasilitas kampus di VUB?
Di VUB mahasiswa disediakan fasilitas olahraga yang lengkap seperti lapangan sepak bola, kolam renang, gym, lapangan futsal indoor. Kantin VUB juga menyediakan makanan yang lengkap dengan harga murah, hanya dengan 5 Euro kita bisa mendapat makan besar lengkap dengan sup dan dessert nya.



Hal paling menyenangkan saat kuliah di VUB?
Bisa bertemu teman-teman baru dari negara-negara lain, main sepak bola bersama teman-teman dari Eropa,  dan tentunya bisa jalan-jalan ke negara lain di Eropa

Apa yang dirasakan setelah berhasil mewujudkan mimpi menjadi mahasiswa exchange di luar negeri ?
Saya merasa lebih percaya diri saat mengemukakan pendapat dan berkomunikasi dengan bahasa inggris. Saya juga merasa bersyukur dapat merasakan enaknya travelling keliling Eropa, karena transportasi umum yang mudah diakses, mencari penginapan juga mudah dan semua bisa diakses dan dipesan via online.



Tips apa yang bisa diberikan untuk teman-teman Berkuliah.com agar mampu mewujudkan mimpinya seperti Mas Amang?
 Saya pribadi selalu mencatat setiap mimpi saya, dari catatan itu saya akan berusaha mempersiapkan segala hal yang penting untuk meraih mimpi saya. Seperti untuk exchange ini sudah saya siapkan dari tahun 2013, mulai dari kursus Bahasa Inggris, tes TOEFL, mencari informasi beasiswa dan exchange, dll. Dan jangan lupa sertakan selalu doa orang tua disetiap usaha yang kita lakukan agar mimpi kita lebih mudah dikabulkan Allah SWT. Dan prinsip saya, Mimpi tanpa usaha adalah nol. Bukan kaya dulu baru memberi, tapi memberi dulu maka kita akan kaya.

Sekian inteview mengenai pengalaman Mas Amang saat mendaftar beasiswa Erasmus+ sampai sekarang menjadi mahasiwa exchange di Vrije Universiteit Brussel. Mudah kan untuk mendapatkan Beasiswa Erasmus+?. Bagi kamu yang tertarik mengikuti jejak Mas Amang, segera persiapkan, berusaha.. usahaa... dan do'a. Karena kata pepatah, usaha tanpa do'a artinya sombong, dan do'a tanpa usaha adalah bohong, jadi harus kita seimbangkan keduanya. Semoga Sukses :)




Persiapkan Bahasa Inggrismu dengan Baik ya.






Sabtu, 17 November 2018

Beasiswa S2 Magister Manajemen PPM School Of Management




Beasiswa S2 Magister Manajemen PPM School Of Management

Sebuah kesempatan beasiswa S2 dibuka PPM School of Management bagi para lulusan S1 di tanah air yang ingin melanjutkan program S2 Magister Manajemen.  Programnya dinamai The Future Leader (TFL). Rutin diadakan tiap tahun untuk menjaring kandidat-kandidat yang ingin mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang manajemen.  Beasiswa TFL diadakan sebagai wujud pengembangan sumber daya manusia dan pemimpin masa depan di bidang ilmu manajemen.

Bagi kamu yang berminat melanjutkan S2 manajemen, beasiswa yang ditawarkan PPM School of Management ini dapat dicoba. Beasiswa yang ditawarkan bisa dibilang beasiswa full. Total adalah 10 beasiswa yang disediakan untuk tahun akademik 2018 – 2019 dengan nilai masing-masing beasiswa sebesar Rp 113.500.000. Beasiswa terdiri dari pembebasan biaya kuliah, pembebasan biaya administrasi wisuda, serta uang saku selama 20 bulan.

Menariknya lagi, peserta terpilih juga berkesempatan untuk ikut serta dalam berbagai macam kompetisi bisnis dan penulisan kasus, kesempatan mengikuti konferensi ilmiah, kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar dengan Kedge Business School di Perancis, kesempatan mengaplikasikan ilmu yang didapat di dalam kelas dan mengasah kemampuan untuk bekerja sama serta berorganisasi melalui berbagai macam event mahasiswa, serta kesempatan mengembangkan 4 (empat) core soft-competencies secara terpadu, yang terdiri dari leadership, self-confidence, relationship building, dan passion for growt.

Program Studi S2:
• Kelas Magister Manajemen Wijawiyata Manajemen
• Kelas Magister Manajemen Eksekutif Muda
• Kelas Magister Manajemen Eksekutif



Persyaratan: 
1. Pelamar telah menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) paling lambat 1 September 2018. Para calon peserta yang saat ini sedang menyusun skripsi diperbolehkan mendaftar dengan melampirkan surat jaminan ‘segera lulus’ dari pihak dosen pembimbing serta persetujuan dari pihak Ketua Departemen/Fakultas.
2. Berusia maksimal 26 tahun pada tanggal Pembukaan Kelas Magister Manajemen – Wijawiyata Manajemen.
3. Fresh graduate (pengalaman kerja maksimal 2 tahun)
4. TOEFL 500/ IELTS 6
5. Berjiwa kepemimpinan dan aktif dalam berorganisasi
6. Belum menikah

Berkas persyaratan:
1. Scan atau foto ijazah dan transkrip yang sudah dilegalisir
– Untuk pelamar dari perguruan tinggi negeri/swasta dalam negeri: legalisir dari perguruan tinggi terkait
– Untuk pelamar dari perguruan tinggi di luar negeri: legalisir dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI)
– Surat Keterangan Lulus dan transkrip nilai terakhir yang dilegalisir dari universitas terkait bagi pelamar yang belum wisuda
2. Scan atau foto KTP
3. Scan atau foto Kartu Keluarga
4. Scan atau foto skor hasil tes TOEFL min 500 atau IELTS min 6 (versi prediction diperbolehkan)
5. Scan atau foto dokumen-dokumen bukti partisipasi dalam kepanitiaan atau organisasi
6. Scan atau foto dokumen atau sertifikat penghargaan atas prestasi
7. Foto seluruh badan terbaru ukuran postcard (maks. 5 MB dengan format .jpeg/.png/.pdf)
8. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 (maks. 5 MB dengan format .jpeg/.png/.pdf)
9. Formulir rekomendasi dari pihak pimpinan perguruan tinggi atau dosen pembimbing atau atasan kerja (formulir dikirim pada tahap registrasi melalui email PPM School of Management)

Pendaftaran:
1. Melakukan pendaftaran online pada website resmi PPM School of Management: https://ppmschool.ac.id/id/form-pendaftaran-the-future-leader/ – 1 Mei s.d. 30 Juni 2018

2. Setelah melakukan pendaftaran online, peserta akan menerima email dari PPM School of Management yang berisikan informasi terkait berkas kelengkapan yang dibutuhkan. Peserta kemudian diwajibkan untuk mengirimkan berkas kelengkapan (maksimal ukuran file 15MB) ke email tfl@ppm-manajemen.ac.id

3. Hasil seleksi berkas/administrasi akan diumumkan melalui website resmi PPM School of Management. – 9 Juli 2018

4. Para peserta yang telah berhasil lolos seleksi berkas/administrasi dapat langsung mengikuti tahapan seleksi selanjutnya dengan mengunduh dan mengerjakan soal kasus yang telah dikirimkan oleh pihak panitia kepada masing-masing peserta melalui email. – 10 s/d 15 Juli 2018

5. Para peserta mengumpulkan jawaban soal kasus berserta dengan surat konfirmasi yang telah dilengkapi ke alamat email tfl@ppm-manajemen.ac.id  – sebelum 15 Juli 2018

6. Para finalis TFL akan diumumkan di website PPM School of Management. Selanjutnya panitia akan mengirimkan surat panggilan untuk mengikuti tahapan program TFL berikutnya kepada para finalis. – 25 Juli 2018

7. Seleksi akhir dari TFL akan dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan meliputi: psikotes, outbound, presentasi kasus bisnis, wawancara dan dilanjutkan dengan graduation night. – 10 s.d. 13 Agustus 2018

Kontak:
PPM School of Management
Jl. Menteng Raya 9-19
Jakarta Pusat, 10340
(021) 230 0313 ext. 1104
(021) 230 2025
www.ppmschool.ac.id/id/tfl





Minggu, 28 Oktober 2018

Profil Cambridge School Lhokseumawe


       Selamat datang di Cambridge School Lhokseumawe, jika saat ini anda sedang membaca tulisan ini, saya yakin anda telah mengenal Cambridge School Lhokseumawe, itu artinya selama ini anda telah mendengar atau bahkan sering membaca beritanya di internet,

 jika belum saya ingin mengenalkan kembali salah satu lembaga kursus terbaik di Lhokseumawe yaitu Cambridge School Lhokseumaw,


.Didirikan pada tahun 2014 Cambridge School Lhokseumawe telah memiliki lebih dari 200 alumni, yang sudah tersebar  di berbagai kota di Indonesia bahkan tidak sedikit  yang di luar negeri, banyak cerita yang bisa anda baca di blog ini tentang kesuksesan mereka,

tentu saja karena salah satu alasan adanya Cambridge School Lhokseumawe adalah utuk membantu siapapun yang ingin sukses dalam pendidikan, salah satu program yang paling banyak di ikuti oleh kalangan dewasa adalah Progam 2 Bulan Bisa Bahasa Inggris, Program Master Class, Program Regular Class, dan Program Toefl dan IELT. 

Melihat berbagai macam Program yang telah Sukses di Cambridge School Lhokseumawe tentu saja kita ingin bertanya siapa di balik kesuksesan Cambridge School Lhokseumawe, ternyata pendiri nya adalah seorang Alumni Pasca Sarjana IAIN Malikussaleh dari Jurusan Manajemen Pendidikan, Beliau adalah Pak Fauzar atau biasa di Panggil Mr Fauzar oleh murid-muridnya,

Cita-citanya sederhana, yaitu ingin menjadikan kota Lhokseumawe sebagai salah satu kota pendidikan khususnya pendidikan Bahasa, Bukan tanpa alasan cita-cita itu muncul karena beliau sendiri mampu menguasai 3 Bahasa Asing (Inggris, Arab & Jepang) hal inilah yang membuatnya yakin bahwa siapapun mampu untuk mengusai bahasa Asing,

dilihat dari rendahnya nilai kemampuan Bahasa Inggris para siswa bahkan Mahaasiswa di Lhokseumawe akan berpengaruh pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, yang pada akhirnya kondisi pelajar dan Mahasiswa di Lhokseumawe tidak akan mampu bersaing dengan pelajar atau Mahsiswa di kota-kota Besar di karenakan majunya pendidikan di kota-kota besar,

 Bayangkan beapa banyak pengangguran yang akan di lahirkan di kota Lhokseumawe setiap tahunnya, karena mahasiswa di kota Lhokseumawe tidak memenuhi kualifikasi untuk memasuki dunia kerja jika di bandingkan dengan mereka yang memiliki kemampuan dan skill yang baik, hampir semua perusahaan mensyarakatkan karyawan nya agar memiliki kemampuan Bahasa Ingris secara Aktif dan Pasif,

Pertanyaan nya....

Sudahkan Mahasiswa dan pelajar di Lhokseumawe memiliki skill yang baik?

  sedangkan setiap tahunnya ada lebih dari 1000 mahasiswa yang dari satu universiras saja wisudakan, berapa jumlah kampus/universitas/perguruan tinggi di Lhokseumawe, coba saja anda hitung, anda pasti akan berpikir berapa banyak para pengangguran akan lahir di Lhokseumawe setiap tahunnya, sudahkan jumlah tamatan dari perguruan tinggi ini mempersiapkan diri untuk bersaing dengan sempitnya lapangan kerja yang ada di Lhokseumawe,

sedangkan masalah sempitnya lapangan kerja juga menjadi masalah nasional artinya bukan hanya Lhokseumawe yang memilki masalah ini, semakin besar suatu kota semakin banyak juga masalah yang di hadapi dimana angka kelahiran semakin meningkat, tetapi jumlah sekolah, Jumlah rumah sakit dan jumlah lapangan kerja seperti perusahaan atau pabrik tidak meningkat jumlah nya,

begitupun Kota tercinta kita ini akan menjadi solusi jika para Alumni perguruan tinggi tidak berharap bekerja pada pemerintah tapi dengan kemampuan ilmu yang telah dipelajari dari kampus masing-masing,

sehingga mereka bisa bekerja di Luar Negeri seperti di Qatar, Australia atau negara-negara maju yang masih kekurangan tenaga kerja tentu saja jika mahasiswa Lhokseumawe mampu mengusai bahasa inggris, 

 Berangkat dari kenyataan ini lah Cambridge School Lhokseumawe beliau perjuangkan kehadiranya, karena hanya di Cambridge School Lhokseumawe satu-satunya kursus yang melatih kemampuan muridnya dari dasar dan memberikan jaminan sampai lancar, sampai saat ini jumlah instruktur/ pengajar di Cambridge School Lhokseumawe sudah mencapai 10 orang yang semuanya adalah ahli di Bidangnya bahkan ada yang sudah 10 tahun tinggal di Australia. 


jika saat ini anda ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri atau ingin bekerja ke luar negeri, masih belum terlambat untuk belajar bahasa inggris.


Yuk. Segera Persiapkan dan Tingkatkan kemampuan Bahasa Inggris dari sekarang.

Sabtu, 01 September 2018

Info Penting Beasiswa LPDP Luar Negeri



Tahukah Anda apa saja yang harus diperhatikan untuk mendapatkan beasiswa LPDP luar negeri? Beasiswa dari pemerintah ini terbilang baru namun langsung diminati oleh banyak orang. Untuk Anda yang ingin mendapatkannya, perlu sekali mengetahui serba-serbi beasiswa LPDP.

Beasiswa dari pemerintah ini merupakan beasiswa umum yang bisa diberikan kepada masyarakat Indonesia baik untuk studi magister maupun doktoral. Beasiswa LPDP mencakup banyak bidang sehingga memungkinkan masyarakat Indonesia untuk menempuh studi sesuai bidangnya.

Namun karena beasiswa LPDP ini benar-benar menjamin kelangsungan hidup dan kuliah di luar negeri, maka dari itu beasiswa ini tidak diberikan sembarangan. Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dan memang membutuhkan kegigihan dan ketelitian untuk mendapatkannya.

Cara Mendapatkan Beasiswa LPDP Luar Negeri

beasiswagea.wordpress.com
Bagi Anda yang belum tahu, ada beberapa hal yang bisa dijadikan tips untuk mendapatkan beasiswa LPDP luar negeri. Untuk membantu Anda yang sedang kesulitan mencari beasiswa LPDP di luar negeri maka di sini akan diberikan informasinya untuk Anda.

1. Penuhi Persyaratan

Secara rinci, persyaratan beasiswa LPDP baik untuk di luar negeri maupun di dalam negeri bisa dilihat di website resmi LPDP dari kementrian keuangan. Namun, ada beberapa poin khusus yang perlu sekali diperhatikan dengan seksama.

Syarat pertama yang perlu sekali disiapkan adalah tentang syarat kesehatan. Anda yang ingin mendapatkan beasiswa LPDP untuk kuliah di luar negeri maka harus menyertakan keterangan sehat dan bebas narkoba serta juga bebas TBC.

Syarat tentang kesehatan ini tidak bisa sembarangan karena ada dua poin khusus yang harus diperhatikan. Yang pertama harus dari lembaga atau dokter yang berwenang dan juga tidak boleh lebih dari enam bulan dihitung dari pendaftaran beasiswa.

Selain soal kesehatan, syarat kedua yang harus juga dipahami dengan seksama adalah kesediaan untuk kembali ke Indonesia. Setelah menempuh studi, mahasiswa penerima beasiswa LPDP harus bersedia untuk kembali dan turut membangun Indonesia.

Hal ini merupakan hal yang tidak sulit untuk Anda yang memang memiliki niat membangun negeri. Namun perlu diingat, ketika sudah lulus nanti banyak kemungkinan yang bisa membuat Anda enggan untuk kembali ke Indonesia.

Contoh nyata dan paling sering terjadi adalah soal tawaran kerja di luar negeri yang begitu besar gajinya jika dibandingkan dengan gaji di Indonesia. Hal ini perlu dipersiapkan karena memang kontrak beasiswa LPDP harus kembali ke negera Indonesia.

2. LoA

Letter of Acceptance atau LoA merupakan syarat yang tidak wajib dimiliki ketika mendaftar beasiswa LPDP ke luar negeri. Namun faktanya, jika sudah mendapatkan LoA maka besar sekali peluang untuk mendapatkan beasiswa dari pemerintah ini.

LoA bukan syarat yang wajib ada ketika mendaftar beasiswa. Namun, mendapatkan LoA terlebih dahulu bisa dibilang merupakan trik atau kunci agar pemohonan beasiswa LPDP Anda benar-benar diterima.

Untuk mendapatkan LoA caranya tidak mudah. Langkah yang harus diperhatikan adalah mencari tahu syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kepastian Anda diterima di universitas tersebut.

Tidak ada syarat baku yang seragam untuk semua universitas di seluruh dunia. Bahkan, universitas dalam satu negara pun bisa memiliki syarat yang berbeda untuk calon mahasiswa yang ingin diterima.

3. Surat Motivasi

Surat motivasi merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi. Surat motivasi ini berisi tentang mengapa Anda layak untuk mendapatkan beasiswa. Umumnya, surat motivasi ini berisi tentang keinginan untuk menempuh studi agar bisa nantinya membangun negeri.

4. Tidak Menerima Beasiswa Lain

Ketika memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP luar negeri, maka dilarang untuk menerima beasiswa lainnya baik dari pemberi beasiswa dalam negeri maupun pemberi beasiswa ketika telah kuliah di luar negeri.

Beasiswa LPDP umumnya sangat menjamin kelangsungan hidup saat berada di luar negeri. Tetapi jika Anda ingin tidak hanya biaya studi saja, maka perhatikan dengan seksama saat mengisi formulir agar bisa mendapatkan keseluruhan kebutuhan saat berada di luar negeri.

Selain hal-hal teknis yang bisa mendekatkan Anda pada beasiswa LPDP luar negeri, ada juga beberapa cara lain yang juga bisa membuka peluang Anda mendapatkan beasiswa. Beberapa hal tersebut bisa menjadi nilai plus agar beasiswa semakin mudah didapat.

Contoh pertama adalah mengikuti organisasi dan menjadi relawan sosial. LPDP sangat membuka kesempatan bagi seseorang yang ingin menempuh studi dan memiliki nilai akademis yang baik namun juga harus memiliki jiwa sosial yang tinggi.

Dan jika Anda benar-benar ingin lebih siap dalam mendapatkan beasiswa di luar negeri, Anda bisa mencari bantuan dari banyak orang. Misalnya, mencari kenalan orang yang telah menerima beasiwa LPDP dan juga turut mengikuti workshop atau bimbingan beasiswa LPDP ke luar negeri.

Lagipula, saat ini pun banyak lembaga yang memberikan bimbingan kuliah ke luar negeri termasuk untuk mendapatkan beasiswa LPDP luar negeri. Dengan mengikuti bimbignan tersebut, bukan hanya akan terbantu mempersiapkan beasiswa namun juga bisa membuat Anda lebih fokus.


Terima kasih telah membaca artikel ini, silahakan share jika bermanfaat.
artikel ini di repost oleh Cambridge school Lhokseumawe.

Jumat, 31 Agustus 2018

Tips dan Cara Mendapatkan Beasiswa ke Inggris Dengan Mudah




Beasiswa Inggris – Jika mengerti bagaimana cara mendapatkan beasiswa Inggris, pastinya beasiswa tidak akan sulit didapatkan. Kebanyakan orang yang ingin mendapatkan beasiswa termasuk beasiswa di Inggris enggan mempelajari tips bagaimana agar beasiswa mudah didapat.

Beasiswa yang sebenarnya mudah didapatkan dan dipersiapkan menjadi terlihat sulit diraih. Akibatnya, banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan studi dan mengubur mimpi meraih gelar tinggi.

Padahal, saat ini untuk bisa mendapatkan beasiswa luar negeri termasuk beasiswa Inggris sangatlah terbuka lebar. Inggris memang masih menjadi negara tujuan untuk kelanjutan studi karena kualitas pendidikan yang memang sangat baik. Lalu apa lagi yang masih menjadi alasan tidak kuliah di Inggris?

Sangat dimaklumi, para lulusan baru atau para pencari beasiswa baru pastinya kesusahan untuk mencari beasiswa kuliah di Inggris. Minimnya pengalaman memang sangat mempengaruhi. Untuk itu, dalam artikel ini akan dibahas bagaimana bisa didapatkannya beasiswa Inggris.

Seperti yang telah dijelaskan tadi, mendapatkan beasiswa Inggris sebenarnya mudah. Asalkan, Anda mengetahui apa saja tips untuk lolos beasiswa kuliah di Inggris. Untuk membantu Anda lolos beasiswa Inggris, berikut adalah tips penting yang harus diperhatikan:

1. Meningkatkan Kemampuan Akademik

Sebagai gambaran umum, negara di Eropa memang tidak terlalu memuja para peraih nilai akademis tinggi. IPK bukanlah segalanya untuk memperoleh beasiswa dan bisa kuliah di Inggris. Namun, bukan berarti kemampuan akademik bisa diabaikan.

Syarat umum agar bisa mendapatkan kesempatan kuliah di Inggris dan bisa mendapatkan beasiswa adalah kemampuan akademis. Maka dari itu, persiapkan dan selalu tingkatkan kemampuan akademik jika ingin lolos beasiswa di Inggris.

2. Bergabung Dengan Organisasi


Beberapa pendonor atau lembaga pemberi beasiswa akan melirik orang yang memiliki pengalaman atau sedang bergabung dalam organisasi. Dalam hal ini menunjukkan bahwa seseorang tersebut tidak hanya pintar dalam akademis namun juga pintar berbaur.

Untuk memperbesar diterimanya beasiswa kuliah di Inggris, ada baiknya Anda bergabung dengan suatu organisasi. Berbagai organisasi bisa diikuti misalnya organisasi kampus atau luar kampus yang bergerak dikepemudaan atau sosial.

2. Relawan Sosial


Bukan hanya bergabung dengan organisasi, namun ada baiknya Anda memiliki pengalaman menjadi relawan sosial. Negara di Eropa termasuk Inggris sangat suka dengan pendaftar beasiswa yang gemar menjadi relawan sosial.

Begitu pula dengan beasiswa yang didapatkan dari dalam negeri, dengan pernah mendapatkan pengalaman menjadi relawan semakin terbuka juga peluang mendapatkan beasiswa dalam negeri untuk kuliah di Inggris.

3. Latih Kemampuan Bahasa


Soal bahasa, agar diterima beasiswa Inggris bisa dibutuhkan dari dua hal. Yang pertama kemampuan bahasa dengan dibuktikan sertifikat tertentu atau diuji secara langsung oleh pemberi beasiswa.

Untuk kemampuan bahasa yang dibuktikan dengan sertifikat tertentu, sudah pasti mengacu pada skor TOEFL IBT. Untuk negara di Eropa khususnya di Inggris, tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa inggris adalah TOEFL IBT bukan IELTS.

Berapa skor minimal yang harus dimiliki? Sejatinya masing-masing pemberi beasiswa bisa memiliki batas minimal skor TOEFL IBT yang berbeda-beda untuk menjadi syarat beasiswa. Namum umumnya berada diatas 70.

Sebagai gambaran, syarat beasiswa dari LPDP untuk program magister adalah memiliki skor TOEFL IBT sebesar 75 bagi pendaftar yang mengantongi LoA atau skor 80 bagi yang tidak mengantongi LoA.

4. Rekomendasi


Surat rekomendasi dan bahkan wawancara dari seseorang yang memberikan rekomendasi biasanya menjadi syarat untuk mendapatkan beasiswa. Artinya, Anda harus menemukan siapa orang yang bisa memberikan rekomedasi Anda layak mendapatkan beasiswa.

Pemberi rekomendasi haruslah berasal dari orang yang mengerti betul rekam jejak Anda dan memiliki kompetensi. Bisa berasal dari kalangan pengajar atau kampus, bisa juga berasal dari atasan kantor jika sudah bekerja.

5. CV yang Memiliki Nilai Jual


Membuat CV janganlah asal-asalan. Pembuatan CV yang baik bisa memperbesar kemungkinan Anda mendapatkan beasiswa termasuk untuk kuliah di Inggris. Itulah mengapa CV menjadi bagian penting

CV yang baik adalah CV yang bisa menggambarkan diri Anda dengan jelas namun dalam bentuk yang singkat, padat dan informatif.

6. Menulis Esai


Banyak program beasiswa yang mewajibkan para calon penerima untuk menulis esai dengan tema tertentu. Contohnya adalah beasiswa yang diberikan dari Dikti atau dari LPDP.

Menulis esai juga harus dilatih dengan baik agar mampu membuat tulisan sesuai tema dan juga menarik untuk dibaca sehingga bisa membuat anda lolos mendapatkan beasiswa Inggris.

7. Surat Motivasi


Motivation letter atau surat motivasi sejatinya berisi apakah Anda layak mendapatkan beasiswa atau tidak. Surat motivasi bukan berisi kalimat mengemis beasiswa namun lebih kepada mengapa Anda layak diberikan beasiswa.

Ceritakan langkah apa yang ingin dicapai jika nantinya mendapatkan beasiswa Inggris. Bukan hanya soal kuliah saja, namun juga mimpi apa yang ingin dicapai ketika telah menempuh kuliah di Inggris.

Untuk beasiswa dari pemerintah, diwajibkan pula menulis seperti apa keinginan Anda mendapatkan beasiswa dan kuliah Bdi Inggris serta membawa pulang ke Indonesia mengenai semua ilmu di bidang yang Anda geluti.


Terima kasih telah membaca artikel ini, silahakan share jika bermanfaat.
artikel ini di repost oleh Cambridge school Lhokseumawe.



Ulasan Lengkap Beasiswa Australia S2 Dan S3




Beasiswa Australia – Dalam artikel ini akan diberikan beberapa hal yang bisa memudahkan Anda mendapatkan beasiswa Australia S2 dan S3. Jika banyak orang bilang mendapatkan beasiswa luar negeri itu susah, itu hanya karena mereka tidak mengetahui tipsnya saja.

Beasiswa Australia S2 dan S3 memang dambaan banyak orang. Australia memang memiliki kualitas pendidikan yang sangat baik sehingga banyak warga Indonesia yang ingin menimba ilmu di sana.

Namun, untuk dapat hidup dan memenuhi seluruh kebutuhan studi pastinya tidaklah sedikit. Ada banyak hal yang harus dipersiapkan dan semuanya membutuhkan dana. Itulah mengapa banyak orang yang mencari beasiswa agar bisa merealisasikan kuliah di Negeri Kangguru itu.

Sebetulnya, mendapatkan beasiswa luar negeri termasuk beasiswa Australia S2 dan S3 sangatlah mudah. Terlebih di era yang segala informasi sangat terbuka seperti sekarang ini, tidaklah sulit untuk mengupayakan didapatkannya sponsor untuk kuliah di Australia.

Rangkuman Lengkap Untuk Beasiswa Australia S2 Dan S3


Agar lebih jelas bagaimana cara mendapatkan beasiswa Australia S2 dan S3, berikut ini akan diberikan rangkuman lengkapnya untuk Anda:

1. Mengenal Pemberi Beasiswa atau Pendonor untuk Studi di Australia

Siapapun yang ingin mendapatkan beasiswa di Australia, dibuka kesempatan untuk mendapatkannya dari dalam negeri maupun dari Australia. Anda harus mengenalnya terlebih dahulu kedua jenis beasiswa ini.

Beasiswa dari dalam negeri, bisa sangat beragam. Tetapi yang paling umum dicari adalah beasiswa LPDP dan Dikti. Khusus untuk beasiswa Dikti, seseorang bisa dengan mudah untuk kuliah di Australia dengan memenuhi segala persyaratan.

Namun, beasiswa Dikti hanya untuk kalangan pendidik saja. Sedangkan untuk umumnya, tersedia beasiswa serupa yang berasal dari pemerintah yaitu LPDP. LPDP merupakan beasiswa untuk berbagai bidang studi baik di luar negeri maupun dalam negeri.

Sedangkan untuk untuk beasiswa dari luar negeri, umumnya berasal dari universitas yang bersangkutan. Anda bisa mencari tahu universitas yang bisa menunjang studi lanjutan Anda sekaligus mencari tahu ada atau tidaknya kesempatan mendapatkan beasiswa.

2. Perbedaan Mendasarkan Beasiswa Dari Dalam dan Luar Negeri

Ada perbedaan yang sangat jelas untuk beasiswa yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Secara umum, beasiswa dari dalam negeri terlebih dari pemerintah mengharuskan Anda untuk kembali ke tanah air setelah lulus nanti.

Sedangkan untuk beasiswa dari Australia langsung biasanya tidak ada kontrak yang menyebutkan hal tersebut. Hal ini membuka kesempatan untuk Anda jika ingin bekerja di Australia.

Namun, ada pula beasiswa dari Australia yang memang mengharuskan Anda kembali ke Indonesia. Biasanya, kontrak yang menyebutkan Anda harus pulang ke tanah air hanya menyebutkan selama 2 tahun.

3. Syarat Mendapatkan Beasiswa

Berbagai syarat tentunya harus disiapkan dengan baik dan lengkap agar bisa mendapatkan beasiswa. Syarat yang harus dipersiapkan pun bisa jadi berbeda antar pemberi beasiswa. Sesama beasiswa dari universitas di Australia pun bisa jadi sangat berbeda.

Hal ini menuntut Anda yang ingin mendapatkan beasiswa Australia untuk bisa mencari tahu dan terus berupaya melengkapi persyaratan mendapatkan beasiswa. Semakin giat dan mempersiapkan jauh-jauh hari tentunya bisa semakin terasa mudah.

Namun, walau tidak ada syarat baku atau persyaratan yang seragam untuk mendapatkan beasiswa di Australian, ada beberapa syarat umum yang biasanya pasti ada dan harus dipenuhi.

Yang pertama adalah IELST. Australia termasuk negara yang memperhitungkan kemampuan bahasa inggris sebagai bahasa internasional dengan dibuktikan skor IELTS. Jika ingin mendapatkan beasiswa di Australia, bukan skor TOEFL yang harus tinggi melainkan IELTS.

Yang kedua, Anda harus memiliki surat keterangan sehat dan bebas narkoba. Syarat ini tentunya syarat yang wajar ada. Namun untuk kuliah di luar negeri termasuk di Australia, biasanya ada syarat kesehatan tambahan yaitu bebas TBC.

Dan yang ketiga adalah soal rekomendasi. Untuk beasiswa S2 dan S3 sangat perlu menemukan orang yang bisa memberikan rekomendasi. Biasanya, orang yang bisa membuat kesempatan beasiswa Australia menjadi terbuka ada supervisor kampus atau atasan kantor.

4. Mendapatkan LoA

Jika ingin mendapatkan beasiswa dari universitas, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan Anda mendapatkan LoA atau surat kepastian Anda diterima untuk menempuh studi.

LoA menjadi syarat wajib agar universitas bisa membuka peluang beasiswa untuk mahasiswanya. Anda bisa mencari tahu apakah universitas yang dituju memiliki program beasiswa atau tidak sebelum benar-benar mendaftar.

Jika ingin mendapatkan beasiswa dari dalam negeri contohnya LPDP, LoA tidak wajib dimiliki terlebih dahulu. LoA bisa disusulkan atau dengan kata lain mencari beasiswa terlebih dahulu baru mencari universitas di Australia yang ingin dimasuki.

Namun, LoA ini juga bisa jadi kunci sukses mendapatkan beasiswa Australia S2 dan S3 LPDP atau beasiswa dalam negeri lainnya. Hal ini karena LoA lebih menjamin seseorang pasti diterima di suatu universitas dan pemberi beasiswa hanya tinggal membiayai segala kebutuhan hidup dan studi saja.



Terima kasih telah membaca artikel ini, silahakan share jika bermanfaat.
artikel ini di repost oleh Cambridge school Lhokseumawe. 
 

Les untuk SD di Lhokseumawe

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Itu Penting? Di era global saat ini, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi tela...