Selasa, 10 Oktober 2017

Beasiswa S1 di University of Toronto, Kanada

Bagi pelajar dan mahasiswa dari Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi di luar negeri, setiap kesempatan yang terbuka selalu layak untuk dicoba dna diperjuangkan. Salah satu ksempatan dengan tawaran menarik terkait kuliah di luar negeri adalah dari University of Toronto di Kanada. Universitas yang diirikan pada tahun 1827 dan beralamat di 27 King’s College Cir, Toronto, ON M5S, Kanada ini merupakan salah satu universitas terkemuka di kawasan Kanada secara khusus dan Benua Amerika bagian Utara pada umumnya.

Menurut daftar yang diterbitkan oleh QS World University Rankings, universitas yang satu ini berada dalam peringkat 31 di dunia. Program beasiswa yang ditawarkan dengan nama Lester B. Pearson International Scholarship Program itu sendiri merupakan salah satu yang dikenal kompetitif karena hanya akan ada 37 penerima beasiswa di akhir seleksinya setiap tahun.

Dalam rinciannya, program beasiswa ini akan membantu pembiayaan dari penerimanya yang mencakup uang kuliah, biaya buku, biaya insidental, dan uang bantuan akomodasi selama 4 tahun masa studi S1 yang diambil di University of Toronto. Jadi bisa dibilang beasiswa ini adalah beasiswa penuh karena cakupan biayanya mencakup sebagian besar biaya pokok ketika menempuh studi di luar negeri. Namun perlu disiapkan juga tambahan biaya karena tentunya masih ada hal-hal lain yang membutuhkan biaya ketika menempuh studi di luar negeri.

Mengenai program studi yang bisa diambil di University of Toronto terkait beasiswa ini tidak ada batasan. Informasi mengenai program-program S1 di universitas ini bisa dilihat di tautan berikut ini link. Sementara itu untuk berbagai hal mengenai University of Toronto ada di tautan berikut ini link. Pastikan untuk benar-benar memahami setiap pilihan jurusan yang ditawarkan sebelum memutuskannya.

Syarat Beasiswa

Selanjutnya untuk bisa mengikuti seleksi beasiswa kuliah S1 di University of Toronto ini perlu dipahami dan dipenuhi persyaratan yang diminta oleh pihak penyedia beasiswa. Berikut ini adalah syarat-syaratnya:

• Merupakan pelajar dari jenjang sekolah menengah yang sudah dinominasikan oleh pihak sekolah melalui laman nominasi di tautan berikut ini link

• Merupakan seorang pemikir yang kreati dan orisinal

• Merupakan seorang yang berkomitmen kuat pada kounitas dan sekolah

• Merupakan seorang yang memiliki prestasi akademik dengan kreatif

• Merupakan seorang yang antusias dalam hal belajar dan melakukan eksplorasi itelektual

• Merupakan seorang dengan jiwa dan kemampuan kepemimpinan yang kuat

• Merupakan seorang yang akan segera lulus studi jenjang menengah

• Merupakan seorang yang aka memulai studi S1 di tahun berikutnya segera setelah lulus

Pendaftaran Beasiswa

Selain syarat-syarat yang sudah disebutkan tadi penting juga untuk mengetahui prosedur atau tahapan pendaftaran dan seleksi terkait dengan program beasiswa yang satu ini. Pendaftaran dimulai dengan adanya nominasi dari pihak sekolah ke penyedia beasiswa seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Setelah itu harus dilakukan pendaftaran resmi sebagai mahasiswa di University of Toronto yang bisa dilakukan pada laman pendaftaran berikut inilink. Pastikan ketika melakukan pendaftaran semua syaratnya sudah terpenuhi untuk bisa memperbesar peluang diterima sebagai mahasiswa di University of Toronto khususnya syarat-syarat untuk pelajar dan mahasiswa internasional. Setelah itu pihak panelis akan menerima nominasi dan pendaftaran dimana kemudian akan diberikan formulir khusus untuk pendaftaran program beasiwanya. Informasi lengkap mengenai program beasiswa ini bisa didapatkan di laman resminya yang berikut ini

Program ASEAN CSR Fellowship 2018 di 3 Negara

Ada berbagai cara untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik yang salah satunya adalah dengan mengikuti berbagai program terkait. ASEAN CSR Fellowship adalah salah satu program dengan tujuan pengembangan diri khususnya pada beberapa bidang yaitu bisnis, lingkungan, anti-korupsi, dan hak asasi manusia. Targetnya tentu adalah negara-negara ASEAN termasuk Indonesia salah satunya.

Rincian Program

Jangka waktu berlangsungnya program ini adalah selama total 1 tahun yaitu pada tahun 2018 untuk periode yang saat ini dibuka pendaftarannya sampai dengan tanggal 1 Desember 2017. Programnya akan dilangsungkan di Singapura, Myanmar, dan Vietnam dengan waktu masing-masing selama 5 hari di setiap negara. Jadi program ini bukan program purna waktu sehingga para peserta tidak perlu meninggalkan kegiatan awalnya sebelum mendaftar pada program ini. Programnya nanti akan diawali dengan kursus online pada bulan Februari 2018 untuk kemudian kunjungan di Singapura (Maret), Vietnam (Juli), dan Myanmar (Oktober). Kunjungan dilaksanakan pada awal bulan dengan adanya pilihan lain pengganti Singapura adalah Malaysia.

Para peserta program ini nantinya akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh pemimpin bisnis, tokoh pemerintahan, serta praktisi-praktisi dalam lingkup akademik dan kemasyarakatan. Dalam setiap kesempatan di masing-masing negara akan dibahas isu-isu sulit yang memang ramai dibicarakan sampai saat ini seperti hak pekerja asing, investasi yang bertanggung jawab dan berpeluang tinggi, standar ketenagakerjaan, dan lain-lain. Karena target lingkupnya adalah kawasan ASEAN maka diharapkan program ini dapat membentuk pemahaman yang searah dalam bidang-bidang yang menjadi fokus program ini minimal di kawasan ASEAN terlebih dahulu sebagai modal para peserta nantinya jika mendapatkan kesempatan untuk berkecimpung pada lingkup yang lebih besar.

Biaya sebesar SGD 5,000 akan ditanggung pihak penyedia program ini yang belum termasuk biaya transportasi dan akomodasi. Nantinya peserta terbaik akan mendapatkan peluang untuk diberi beasiswa parsial dari Inggris dan Swedia. Jadi sebagai peserta harus menyiapkan biaya transportasi dan akomodasi untuk program ini.

Persyaratan Program

Persyaratan pokok dari program ini terbilang sederhana karena hanya ada 4 hal berikut ini saja yang harus dipenuhi:

• Warga negara ASEAN

• Usia 25 tahun sampai 45 tahun

• Memiliki karir tingkat menengah dalam bidang bisnis, sosial, pemerintahan, atau sector-sektor lain yang memang berkaitan serta sangat tertarik dengan karir tersebut yang memang sesuai dengan bidang fokus program CSR

• Mampu memahami dan menggunakan bahasa Inggris karena materi akan disampaikan dalam bahasa Inggris

Namun selain syarat poko yang hanya 4 hal tersebut masih ada juga syarat dokumen yang jumlahnya tidak sedikit. Berikut ini adalah dokumen-dokumen yang dibutuhkan dalam program ini:

• Resume maksimal 2 halaman dengan cakupan isinya adalah informasi probadi (nama lengkap, alamat, kebangsaan, pendidikan, bahasa yang dikuasai) dan juga riwayat pekerjaan serta pendidikan sampai yang terakhir.

• Pengajuan tertulis untuk mengikuti program ini antara 300 kata sampai 600 kata yang mencakup poin-poin berikut ini:

o Apa latar belakang profesional, keahlian, dan pengalaman yang sesuai dan berhubungan dengan program CSR?

o Mengapa mendaftar dalam program ini dan kemudian rencana apa di masa depan yang berhunungan dengan program ini dan CSR terkait ilmu yang didapatkan?

o Jelaskan singkat saja mengenai praktik bisnis yang bertanggung jawab dan juga mengenai CSR bisa berkontribusi pada pengembangan ASEAN

o Jelaskan juga perihal beasiswa parsial yang ditawarkan jika ingin mendaftarkan diri sekaligus yang harus mencakup rencana pembiayaannya nanti

• Kontak personal untuk 2 orang sebagai pemberi rekomendasi yang mana 1 adalah atasan saat ini dan 1 lagi bisa atasan sebelumnya atau pembimbing dilengkapi dengan informasi lengkap masing-masing seperti nama lengkap, gelar, dan kontak-kontak yang bisa dihubungi.

• Surat dukungan dari 2 pemberi rekomendasi

• Sertifikat, penghargaan, dan transkrip yang berhubungan dengan program CSR

Perlu diperhatikan bahwa semua dokumen tersebut harus dalam format Microsoft Word (doc atau docx) dan juga semuanya harus dalam bahasa Inggris dimana dibutuhkan jasa penerjemah tersumpah untuk menerjemahkan dokumen tertentu.

Pendaftaran Program

Proses pendaftarannya bisa dilakukan dengan mengirimkan semua dokumen ke Melissa Ching, Programme Manager for the ASEAN CSR Fellowship dengan email melissa@asean-csr-network.org. Batas waktunya seperti sudah disebutkan tadi adalah 1 Desember 2017. Proses wawancara dilakukan via Skype dengan pengumuman seleksi akan dilakukan pada tanggal 31 Januari 2018. Kontak dan informasi lebih lanjut bisa didapatkan melalui laman resminya www.asean-csr-network.org.

Asia Bridge Program di Shizuoka University

Banyak kesempatan untuk bisa kuliah di Jepang dengan menggunakan beasiswa dimana salah satunya adalah program Asia Bridge Program di Shizuoka University. Program yang satu ini adalah sebuah kolaborasi dalam bidang industri dan pendidikan. Secara khusus targetnya adalah para lulusan jenjang SMA dari India, Indonesia, Thailand, dan Vietnam serta yang sederajat.
Beasiswa ini bisa digunakan untuk mendukung studi S1 di Jepang. Selain itu nanti para penerima beasiswa ini juga akan mendapatkan bantuan dalam hal karier mereka setelah lulus studi S1 di Jepang. Jadi mereka nanti pada dasarnya bisa saja bekerja di Jepang atau di luar Jepang namun dalam lingkup perusahaan Jepang.
Perusahaan tempat bekerja para alumni program ini seperti Ajinomoto Healthy Supply, Brother, Canon, Fuji Electric, Hamamatsu Photonics, Honda Motor, Kewpie, Kikkoman, Koito Manufacturing, Mitsubishi Chemical, Nissan Motor, NTT DoCoMo, NGK Insulators, Paloma, Ricoh, Panasonic, Seiko Epson, ROHM Semiconductor, Sony, SoftBank, Suzuyo, Toyota Motor, Yazaki, Yamaha Motor dan masih banyak lagi.
Program ini menekankan pada pendidikan yang seimbang dalam berbagai disiplin ilmu antara keahlian teknis, kemampuan berpikir ilmiah, kepiawaian praktik bisnis, dan juga keerampilan interpersonal. Kombinasi tersebut pada kurikulum dari program ini akan menjamin para pesertanya untuk terhubung dengan berbagai perusahaan dimana mereka juga sudah siap untuk terjun dalam persaingan kerja. Seminar, magang, ceramah, dan juga lokakarya yang diadakan oleh para pakar bisnis dan berbagai perusahaan akan mewarnai program ini. Para peserta program ini juga akan dipandu bimbingan konseling dari tahun pertama sapai akhiruntuk memastikan jalur karier yang pasti setelah lulus dan menyelesaikan studi S1 di Jepang dengan program beasiswa ini.
Pada semester pertama para peserta program ini akan mendapatkan materi dasar Asia Bridge Program dan materi bahasa Jepang sebagai dasar yang wajib didapatkan oleh semua peserta. Bahasa Jepang sangat penting dalam program ini karena selama 7 semester selanjutnya akan diberikan materi dalam bahasa Jepang termasuk dalam berbagai kegiatan lainnya juga. Peserta harus menyelesaikan sebuah proye riset kelulusan untuk menyelesaikan studi dalam program ABP ini. Berikut ini adalah pilihan studi yang bisa diambil dalam program ABP:
Fakultas Humaniora dan Ilmu Sosial
Ilmu Sosial dan Kemanusiaan
Bahasa dan Sastra
Ekonomi
Hukum
Fakultas Pendidikan
Fakultas Ilmu Sains
Matematika
Fisika
Kimia
Biologi
Ilmu Bumi
Fakultas Pertanian
Ilmu Pengetahuan Sumber Daya Hayati
Ilmu Sains Kehidupan Terapan
Fakultas Informatika
Ilmu Komputer
Seni Informasi
Informatika Perilaku
Fakultas Teknik
Teknik Matematika dan Sistem
Teknik Mesin
Teknik Kimia Terapan dan Biokimia
Teknik Listrik dan Elektronika
Ilmu Elektronika dan Material
Peserta program ini nanti akan mendapatkan bantuan finansial yang mencakup biaya masuk, biaya pendaftaran, dan biaya kuliah untuk tahun pertama. Selanjutnya pada tahun kedua sampai keempat bantuan pembiayaan yang diberikan meliputi biaya kuliah dan lainnya terkait studi mulai dari 50% sampai 100% dilihat dari prestasi atau pencapaian akademik mulai pada tahun pertama. Mengenai biaya hidup, tempat tinggal, dan keperluan sehari-hari yang lain harus dipikirkan oleh penerima beasiswa pada program ini karena tidak disediakan oleh panitia.
Persyaratan
            Agar bisa mengikuti program ABP ini ada hal-hal yag menjadi persyaratan dan tentunya wajib dipenuhi oleh para pelamar. Berikut ini adalah hal-hal yang menjadi persyaratannya:
Bukan warga negara Jepang
Merupakan warga negara India, Indonesia, Vietnam, atau Thailand
Mampu mendapatkan status kependudukan yang sesuai dengan syarat mendaftar ke universitas yang ada di Jepang merujuk pada Japanese Immigration Control and Refugee Recognition Act
Memenuhi satu dari persyaratan berikut ini
Sudah menyelesaikan studi pada jenjang SMA/SMK/sederajat di India/Indonesia/Vietnam/Thailand dimana program ini juga terbuka bagi yang baru akan menyelesaikan studinya pada periode pendaftaran program
Sudah menyelesaikan ujian nasional atau ujian kualifikasi lainnya yang setara misalnya International Baccalaureate di negara asal dengan usia minimal 18 tahun pada akhir bulan September pada periode pendaftaran program
Jika pelamar berasal dari sekolah menengah atau sekolah internasional yang ada di Jepang, studi yang ditempuh sebelumnya tidak boleh lebih dari 3 tahun.
Selanjutnya yang juga perlu diperhatikan adalah persyaratan dokumen untuk proses pendaftaran dan seleksi dari program beasiswa ini. Berikut dokumen-dokumen yang dibutuhkan:
Informasi dan data pelamar yang diisikan pada online application system
Esai dalam bahasa Jepang yang menjelaskan alasan mendaftarkan diri dalam program ABP sepanjang maksimal 500 kata dalam format Microsoft Word atau PDF
Pasfoto ukuran 35mm x 45mm yang terbaru
Transkrip akademik pada jenjang sekolah menengah  (kelas 10,11, dan 12) termasuk disertaan juga hasil ujian nasional jika sudah ada dalam bentuk aslinya dan terjemahan dalam bahasa Inggris atau Jepang
Ijazah jenjang sekolah menengah (SMA/sederajat) beserta salinan resmi dengan legalisir
Hasil tes EJU atau ujian masuk universitas di Jepang bagi pelajar internasional
Hasil tes kemampuan menggunakan bahasa Inggris yang bisa TOEFL, IELTS, atau TOEIC
Hasil tes kemampuan bahasa Jepang yaitu JLPT
Dokumen persetujuan dari perusahaan dan pimpinan bagi pelamar yang sudah bekerja dimana bisa diunduh pada tautan berikuthttps://goo.gl/3Nyvjy
Prosedur Pendaftaran
Pendaftaran program beasiswa ini bisa dimulai dengan mendaftarkan diri secara online melalui tautan berikut inihttp://www.abp.icsu.shizuoka.ac.jp/. Pendaftarannya dibuka pada pertengahan bulan November dan hanya sampai awal Desember saja. Kontak resmi dari penyedia program ini adalah melalui alamat emailabpquery@suml.cii.shizuoka.ac.jp.

Selasa, 19 September 2017

Inilah 9 Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris

9 cara cepat belajar bahasa Inggris berikut ini.

1. Mulai dari materi yang paling gampang dulu. Jangan pernah malu jika nanti kamu emang perlu materi setingkat SD.

Aku kan udah SMP/SMA, koq dapet materi kayak anak SD sih? Dari alphabet, kosakata bahkan membaca dongeng atau cerita anak. Idih, nggak level deh!

Eits, jangan sampai ada pikiran meremehkan sebuah materi dasar ya. Jika kamu emang mulai dari level beginner alias pemula, ya terima saja. Jangan pernah hilang pede karena harus bawa buku setingkat SD walaupun kamu udah gede.

Hal ini yang paling sering membuat seseorang gagal. Malu memulai dari tahap pemula. Dan malu jika harus belajar dari alphabet. Malu membaca dongeng atau cerita anak. Pokoknya, pengennya bisa tapi nggak mau mulai dari level pemula.

Mudah-mudahan kamu bukan salah satu dari kelompok pemalu itu ya.

Coba sesekali pergi ke toko buku impor, Periplus contohnya. Buku bahasa Inggris untuk anak SD (Primary School) biasanya dimulai dengan level yang lumayan tinggi. Mungkin itu karena standar di luar negeri (misalnya Singapura) memang lebih tinggi daripada di Indonesia.

Awal ngajar di SD National Plus yang muridnya ekspatriat, saya sempat heran dengan buku yang dipakai yaitu buku impor dari Singapura (My Pals are Here). Ya, memang kebanyakan murid di sana kesehariannya menggunakan bahasa Inggris, jadi buku tersebut pas buat mereka.

Jadi, mulai dengan materi dasar dulu. Misalnya untuk tenses bahasa Inggris bisa awali dengan Simple Present Tense. Bahkan materi SD harusnya nggak jadi masalah. Mengenal alphabet bisa sangat membantu meningkatkan keterampilan berbicara. Kosakata dari mendengar/membaca cerita anak akan membuat pengetahuan dan keterampilanmu meningkat pesat.

Selalu ingat hal ini: level beginner itu bukan hal yang memalukan. Semua ahli berawal dari level ini. Di level ini semangatmu akan diuji. Apakah kamu akan menang dan salut atau kalah dan tersenyum kecut?

2. Jangan Menghapalkan Kosakata. Mengapa??? Ini alasannya beserta hal yang sebaiknya kamu lakukan.

Ada yang kasih cara cepat belajar bahasa Inggris dengan menghapalkan beberapa bahkan puluhan kosakata setiap hari. Hm… efektif nggak ya??? Menurut pengalaman saya saat belajar sebuah bahasa asing, yang seharusnya dilakukan bukanlah menghapal kosakata.

Kamu nggak akan pernah mahir berbahasa Inggris jika hanya menghapal kosakata saja. Mengapa???

Coba jawab ini. Apa yang kamu perlukan saat percakapan? Kosakata, frase atau kalimat?

Saat berdialog dengan seseorang, misalnya bule, yang lebih banyak kamu perlukan adalah kalimat. Ya, mungkin terkadang perlu frase atau kosakata. Hanya terkadang saja. Untuk pemula tentu kita pelajari kalimat sederhana seperti kalimat Simple Present Tense.

Apa menghapal kosakata itu salah??? Eits, saya nggak bilang cara belajar seperti itu salah ya. Kalau tujuannya lulus tes besok, ya mungkin cara ini yang paling cepat. Tapi kalau tujuanmu untuk mahir berbahasa Inggris, belajar dengan menghapal kosakata bukanlah cara yang efektif.

Trus gimana donk???

Gunakan kosakata-kosakata yang kamu pelajari untuk membuat kalimat yang sederhana. Kemudian berlatih untuk mengucapkan kalimat tersebut berulang-ulang.

Masih belum nangkep maksudnya???

Oke, contoh sederhananya gini. Kamu udah belajar materi dasar seperti salam, perkenalan, angka. Juga beberapa kata sifat seperti handsome,beautiful, fat, slim.

Kemudian mempelajari tentang familyseperti father, mother, sister, brother, grandmother, grandfather, uncle, aunty. Fokus pada beberapa kosakata saja dulu, kemudian susun kalimat sederhana dengan kata-kata tersebut.

Misalnya:

I have a father. My father is fat.I have a mother. My mother is slim.I have two sisters. My first sister’s name is… Her name is… My sisters are beautiful.I have one brother. My brother’s name is… My brother is handsome.

Ini hanya contoh sederhana. Kalau kamu bisa bikin kalimat dengan kosakata yang lebih banyak, ya silahkan. Asal jangan kebanyakan karena kamu akan berlatih mengucapkannya tanpa melihat teks. Sekali lagi, kamu akan berlatih mengucapkannya tanpa teks.

Oleh karena itu fokus pada beberapa kosakata saja. Gunakan kosakata tersebut dalam kalimat sederhana. Kemudian berlatih mengucapkannya tanpa teks. Bukan menghapal! Tapi mengucapkan dengan memahami makna kalimat tersebut.


3. Kamu benci materi grammar? Oh, sayang sekali. Padahal ini adalah salah satu cara cepat belajar bahasa Inggris.

Benarkah grammar sedemikan pentingnya? Oh, bukan penting lagi. Tapi sangat sangat penting. Tanpa grammar, bahasa Inggrismu jadi kacau.

Grammar atau tata bahasa itu memiliki fungsi yang sama dalam bahasa Indonesia. Bisa kamu bayangkan sebuah bahasa tanpa tata bahasa? Biar lebih jelas coba kita perhatikan kalimat bahasa Indonesia ini:

bahasa Inggris saya tahun belajar mulai lalu.

Bisakah kamu paham kalimat tersebut? Seperti kalimat acak, kan? Jika kata-katanya kita susun sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang sesuai menjadi:

Saya mulai belajar bahasa Inggris tahun lalu.

Mana yang lebih gampang dipahami, kalimat pertama atau kedua? Kalimat pertama yang tata bahasanya “suka-suka gue” atau kalimat kedua dengan tata bahasa yang sesuai?

Jadi, kamu mengerti sekarang mengapa grammar alias tata bahasa sangat penting dipelajari. Kamu seharusnya belajar untuk menyukai grammar. Mengapa? Karena dengan grammar yang baik, kamu jadi tahu cara berkomunikasi dengan efektif.

Tumbuhkan antusiasme untuk mendalami grammar. Kebanyakan pemula malah benci dengan grammar. Padahal memahami materi dasar ini adalah salah satu cara cepat belajar bahasa Inggris.

4. Cara cepat belajar bahasa Inggris dengan Listening: Tonton video atau film, dengarkan audio, dengarkan lagu. Pokoknya kamu mesti banyak berlatih mendengar!

Kamu suka nonton film Hollywood atau film British? Nah, hobi nonton film ini bisa dimanfaatkan agar cepat mahir.

Awalnya kamu bisa nonton film favoritmu dengan subtitle agar paham jalan ceritanya. Kemudian untuk kedua kalinya, kamu tonton film tanpa subtitle. Pasang telinga dengan baik dan coba pahami apa yang disampaikan oleh para tokoh dalam film tersebut.

Kalau sukanya film Korea, Jepang atau Thailand, gimana? Ini juga bisa dimanfaatkan lho. Kamu hanya perlu mencari subtitle dalam bahasa Inggris. Film Korea biasanya kan banyak episode tuh. Nah, kamu hanya perlu pilih satu episode yang udah pernah kamu tonton. Trus cari subtitle lalu tonton dan pahami.

Atau kamu suka Youtube-an? Nah, cari video-video dalam bahasa Inggris. Biasanya video di Youtube jarang yang pakai subtitle bahasa Indonesia. Jadi kamu bisa praktek listening melalui video dari Youtube.

Lebih doyan dengerin lagu daripada nonton film? Cara ini pas banget untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris dengan cepat. Jangan hanya sekedar menikmati musiknya saja. Tapi pahami apa yang diucapkan oleh si penyanyi.

Dengarkan dan pahami lirik lagu tersebut. Ulangi mendengarkannya beberapa kali. Kemudian tulis lirik lagu dalam bahasa Inggris. Setelah lirik lagunya komplit, kamu bisa cocokkan dengan lirik yang tersedia di internet.

Dengan begitu kamu jadi tahu apa yang perlu ditingkatkan. Lakukan secara konsisten dengan mendengarkan lagu yang lain. Semakin sering kamu melakukannya, telingamu akan terbiasa dengan English pronunciation.

5. Cara cepat belajar bahasa Inggris dengan Reading: Baca cerita, artikel atau teks dengan suara keras. Semakin sering melakukannya, lidahmu semakin terbiasa.

Yes, you must read English books.

Jangan membayangkan buku Harry Potter (English version) yang tebalnya sampai ratusan halaman apabila kamu diminta membaca buku dalam Bahasa Inggris. Atau membayangkan buku paket atau buku pelajaran yang berisi teori, grammar, struktur dan kosakata. Oh No…!!!

English books yang dimaksud di sini adalah buku bahasa Inggris yang tipis dan bergambar. Yes, you need a story book. Bacalah buku cerita atau artikel yang kosakatanya sesuai dengan kemampuanmu. Setingkat lebih tinggi, nggak masalah koq.

Seperti anak TK saja, baca buku cerita bergambar. Eits, jangan negatif dulu. Belajar dengan media cerita bergambar memberi manfaat yang besar lho. Tahukah kamu dengan membaca buku cerita bergambar kamu jadi lebih ingat dengan kosakata yang ada di dalamnya. Sekaligus, cara ini bisa meningkatkan keterampilan membaca aliasreading dengan cepat karena sesuai dengan kemampuanmu.

Jika membaca buku cerita bergambar bukan hal yang menantang, cobalah membaca cerita pendek. Yap, cerpen tanpa gambar atau novel untuk anak atau remaja. Bacalah dengan suara keras. Cukup keras sehingga kamu bisa mendengarkan suaramu dengan baik.

Cara cepat belajar bahasa Inggris yang berhubungan dengan reading adalah menjadi pembaca yang aktif alias An Active Reader. What??? Pembaca aktif, apa maksudnya tuh?

Perhatikan kata-kata yang ada dalam cerita atau artikel tersebut. Perhatikan susunan kata dan tata bahasa alias grammar yang dipake dalam cerita atau artikel tersebut. Mulai menganalisis. Inilah yang disebut pembaca aktif.

Lakukan kegiatan membaca secara konsisten, misalnya 30 menit setiap hari. Jika kamu bersungguh-sungguh, dalam sebulan kamu akan melihat peningkatan yang signifikan.

6. Cara cepat belajar bahasa Inggris dengan Speaking. Berpikir dan berbicara dalam bahasa asing ini bisa memberi hasil yang menakjubkan.

Cara cepat belajar Bahasa Inggris yang keenam adalah berpikir dan berbicara dalam bahasa asing ini. Praktek berbicara atau speaking mungkin adalah hal yang lumrah. Biasa. Bagaimana dengan “berpikir dalam bahasa Inggris”???

Pernah ngobrol dalam bahasa asing ini??? Sadar atau nggak, saat ngobrol kita sering menerjemahkan, entah dari Inggris ke Indonesia atau sebaliknya. Metode “translation” ini kurang efektif untuk meningkatkan keterampilanmu.

Bahkan, kamu jadi keterusan pengen menerjemahkan agar bisa mengerti. Selain itu, responmu jadi lama. Kenapa? Karena kamu harus menerjemahkan dulu, baru memberi respon. Cara ini membuatmu kaku dan kurang natural. Trus gimana donk?

Think in English.

Yap, kamu perlu berlatih untuk berpikir dalam bahasa asing. Cara ini akan membuat otakmu terbiasa mengolah sesuatu dalam bahasa baru. Nah, saat ngobrol, responmu pun jadi lebih cepat tanpa harus menerjemahkan.

Gimana caranya berpikir dalam bahasa asing? Gampang banget! Kamu hanya perlu meluangkan waktu dan melatih diri untuk berpikir dalam bahasa ini. Dengan kata lain, beri waktu kepada diri untuk terbiasa melakukannya. Ini salah satu cara yang efektif banget untuk meningkatkan keterampilanmu.

7. Cara cepat belajar bahasa Inggris dengan Writing. Tulis dairy, tulis puisi, tulis catatan dan tulis apapun dalam bahasa asing ini. 10 Menit perhari, udah lebih dari cukup!

Nulis? Duh, aku nggak suka nulis!

Eits, tunggu dulu. Jangan langsung mikir kalo nulis dalam bahasa Inggris itu susah dan ribet. Kamu mesti berkenalan dengan yang namanya Creative Writing.

Creative Writing adalah jenis penulisan yang berada di luar ketentuan jurnalistik atau tulisan ilmiah. Kamu bisa nulis sebebas-bebasnya sesuai dengan imajinasi yang kamu miliki. Tema apa? Bebas.

Kadang kalau dikasi tema bebas, jadi bingung mau nulis apa. Mikir kelamaan, eh ujung-ujungnya nggak jadi nulis. Jangan sampai berujung tragis kayak gini ya. Kalau udah komitmen nulis, ya nulis. Nggak ada kompromi. Tulis apa saja dalam bahasa baru.

Cerita yang paling gampang ditulis adalah pengalaman menyenangkan/menyedihkan hari ini. Tulis dalam sebuah diary. Kamu suka nulis puisi? Ayo berkreasi dengan kosakata yang udah kamu pelajari.
dengan cepat.

8. Bangun dan pelihara koneksi dengan orang-orang yang kompeten. Cara cepat belajar bahasa Inggris ini bisa mengantarkanmu kepada sahabat bule.

Buat kamu yang masih sekolah, kamu bisa manfaatkan kesempatan emas ini. Apaan tuh? Lebih akrab dengan guru bahasa Inggris yang kamu miliki sekarang. Kalau perlu, sering-sering praktek dengan guru itu. Cara ini efektif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa asing dengan cepat.

Bangun koneksi dengan kakak tingkat yang pintar dan mau berbagi pengetahuan. Ikuti klub dan cari kenalan yang memiliki minat senada denganmu. Simpan nomor telepon / hp mereka dan tetaplah terkoneksi. Dengan begitu kamu punya partner saat ingin berlatih speaking dengan seseorang.

Buat kamu yang udah lulus sekolah, nggak usah khawatir. Ada banyak orang kompeten di luar sana yang bisa kamu ajak berkomunikasi. Bahkan kamu bisa mendakati bule. Jika caramu memulai percakapan menarik perhatian, bisa jadi kalian jadi sahabat. Pengen kan punya teman bule?

9. Mengapa belajar bahasa Inggris? Apa yang akan kamu korbankan untuk bisa mahir dengan cepat?

Nah ini dia hal yang nggak boleh dilupakan. Bahkan kamu harus melakukannya sebelum memulai. Tetapkan satu tujuan. Yup, set a goal!

Tanya kepada dirimu mengapa kamu belajar sebuah bahasa asing. Gali alasan-alasan yang membuatmu (atau memaksamu) untuk tetap semangat. Entah mau masuk ke jurusan Bahasa Inggris di universitas, jadi guide, ingin jadi pengusaha di bidang pariwisata. Ingin punya sahabat atau pasangan bule, atau hanya sekedar membuktikan kepada seseorang yang meremehkanmu.

Apapun tujuanmu, tetapkanlah satu untuk bisa menjadi motivasi setiap kali kamu mengalami kesulitan. Tujuan itu dapat memotivasimu untuk bangun dan tetap melangkah ketika kamu down.

Tips yang terakhir ini sangat essential. Keinginan dari dalam diri. Pacu terus diri dan kemauanmu untuk terus belajar. Sedikit paksaan terkadang juga perlu. Paksa dirimu sembari mencari alasan kuat dan menerapkan cara yang strategis.

Lihatlah seberapa penting bahasa asing mempengaruhi hidup orang-orang di lingkunganmu, terutama mereka yang sudah bekerja. Juga tanyakan kepada dirimu dan jawab dengan jujur “Apakah aku benar-benar ingin belajar bahasa Inggris?” Jika kamu telah menyadari bahwa kamu memiliki sebuah keinginan, perkuat keinginan itu.

***

Semua itu adalah cara cepat belajar Bahasa Inggris yang gampang diterapkan, tapi susah diwujudkan. Cara-cara itu tidak akan bekerja tanpa keinginan yang kuat dari dalam dirimu. Semua kembali kepada seberapa besar keinginanmu.

_______________________________

Yuk persiapkan kemampuan Bahasa Inggris dengan Baik, Cambridge Lhokseumawe dengan senang hati akan membantu kamu. Segera dapatkan kesempatan kursus privat dilatih dari Dasar Jaminan Sampai Lancar.
Mau tahu info lengkap lainnya?

Datang langsung ke Jalan air bersih / jln Karimuddin Hasballah , ruko no 41, disamping mitra klinik, (bisa lewat jln Peutua Ibrahim dekat Kantor RRI pajak inpres) pas di simpang empatnya trus belok kiri, atau telfon aja ke nomor :
0823 6715 2233 ataupun ke nomor
0823 6493 9007 untuk ikut kelas dengan penawaran menarik sekarang juga!

Kamis, 07 September 2017

Salah satu instruktur Cambridge Lhokseumawe bercerita tentang Perjuangannya meraih Beasiswa Ke Australia. Part 2



Miss Dahniar.
Salah satu instruktur Cambridge Lhokseumawe bercerita tentang Perjuangannya meraih Beasiswa.
Part 2

Living and Studying Abroad.

Saat anda memutuskan kuliah diluar negeri, jangan takut jika anda harus berangkat sendirian. Why? Karena ketika kita mendaftar ke kampus luar, biasanya mereka menyediakan layanan menjemput para mahasiswa internasional dibandara.

Pada awal saya mendaftarkan dulu dikampus Deakin University  di daerah Burwood, Melbourne, pihak kampus mengirim email dan meminta nomor penerbangan saya. Mereka juga menanyakan akan apakah kita mau tinggal sementara di asrama mahasiswa mereka sementara, sebelum kita mencari  dan mendapatkan  tempat tinggal lain (istilah kita, kost lain) jika kita tidak menyukai kehidupan asrama kampus.

Bahkan pihak kampus bisa juga mengirimkan kita email perwakilan mahasiswa dari negara Indonesia untuk membantu kita pada awal kedatangan (saat saya mencoba mendaftar di kampus di Inggris dan diterima namun tidak berhasil dapat sponsor). 

Sebagian kampus memiliki perwakilannya dari negara yang berbeda-beda untuk membantu para mahasiswa internasional baru . So don’t worry about going alone (biasanya jarang sih alone, kecuali biaya sndiri).
Umumnya berangkat satu group.

Karena saya kuliah melalui beasiswa pemerintah Aceh, saya hanya mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh mereka. Ternyata pihak beasiswa sudah mengatur tempat saya tinggal. Saya tinggal di apartement bersama sekitar 9 mahasiswa Aceh lainnya. Sebenarnya saya ingin sekali merasakan tinggal dengan mereka dari background yang berbeda agar speaking English saya saya praktekkan setiap hari. Tapi ujung-ujungnya bahasa Indonesia dan  Bahasa Aceh juga tiap hari meski sudah diluar negeri hehehe..

Tapi Alhamdulillah, beberapa kawan kelas dari negara berbeda menjadi teman yang baik. Jadi speaking English tetap terjaga diluar kampus. We went out together some times. Pergi ke taman, menyusuri  kota kecil dsb.

Awal kegiatan dikampus berupa kegiatan orientation, sebuah kegiatan bagi mahasiswa kampus untuk mengenal lokasi kampus dan membantu mahasiswa baru untuk registrasi, untuk  membuka buku rekening bank, dan untuk membuat ID mahasiswa. Jadi beda sekali kegiatan orientasi kita disini dengan diluar. 

Ini merupakan kritik saya bagi kegiatan orientasi kampus di Indonesia yang sering diisi dengan kegiatan peloncoan yang tidaak bermanfaat (semoga benar-benar sudah hilang kegiatan itu).

Model perkuliahan bermacam-macam, tergantung jurusan apa yang kita pilih juga. Jika kita mengambil program master tentunya mata kuliahnya tidak sebanyak S1.  Untuk Master mata kuliah diluar negeri berkisar antara 12 mata kuliah. 4 mata kuliah di trisemester, 4 di trisemester berikutnya dan 4 ditri semester selanjutnya. 

Australia menggunakan system trisemester, artinnya semester mereka berkisar hanya 4 bulan, beda dengan Indonesia yang 6 bulan. 

Terdengar enak karena tidak lama-lama, namun jika tugas menumpuk dan harus dikumpul di tanggal yang berdekatan, kita bisa hanya berjalan antara kampus, perpustakaan dan apartemen.
Di luar negeri, program masternya juga bisa dipilih, apakah mau research saja, kuliah saja (coursework), atau kuliah dengan research (coursework-research).
Kebanyakan tugas disana berupa  essay.

Makanya jangan heran kalau pemberi beasiswa sangat menekankan kemampuan menulis kita dari nilai IELTS dan TOEFL. Essay disana tidak sembarangan essay dimana disini (saya sering lihat tugas mahasiswa) yang hanya copy paste.  Jangan bawa kebiasaan itu diluar negeri kalau tidak mau berurusan dengan sangsi yang disediakan kampus. Menyontek atau menjiplak merupakan kasus yang serius diluar negeri. 

Selain itu, essay yang diharapkan oleh para dosen disana juga harus bisa memperlihatkan ‘Critical Thinking’ kita. Kita juga harus bisa mempertahankan argument kita  di essay dengan dukungan data-data dari bahan  yang kita baca.  

Selain itu, essay juga harus bisa memberikan jawaban dari soal yang dosen berikan artinya tidak melenceng dari topic yang diminta. Dan usahakan mengikuti gaya ‘Anglo Saxon’ karena kehidupan kampus mereka dari budaya Anglo Saxon, dimana mereka menyukai sesuatu yang tidak berbelit-belit, to do point. Gaya penulisan berbeda dalam tiap budaya (saya mempelajari ini dalam mata kuliah saya Cross Culture Understanding).  

Arab terbiasa berputar-putar, Asia jg begitu. Anglo saxon modelnya seperti panah ke bawah.
Makanya jangan heran kalau essay mereka hanya sekitar 2000, 3000, 4000 kata. Hanya beberapa lembar saja. Tapi akan menyulitkan ketika kita tidak terbiasa menulis akademik.
Namun jika sumber yang dibaca banyak, insya Allah mudah dan lancer idenya.
Dan ini juga memberikan nilai lebih dalam essay kita.
\
Tapi jangan khawatir, kampus juga memberikan layanan bagi mahasiswa baru berupa support class yang membahas tentang penulisan essay di masa orientasi. Itu bisa diiukuti mahasiswa S1 mauppun S2. Mereka menyediakan buku kecil pengantar menulis essay, cara mengquote kutipan, cara menulis daftar pustaka dsb. (saya tidak tau apakah semua kampus memberikan layanan itu).

Salah satu yang terasa sekali perbedaaan kehidupan kampus di sana dan di sini adalah, sikap mahasiswanya yang tidak bising baik didalam dan di luar ruangan kelas serta di perpustakaan. 

Apalagi jika anda mengunjungi perpustakaan University of Melbourne di tengah kota, anda tidak berani bersuara sedikitpun.

Lalu bagaimana dengan komunikasi dengan para dosen disana? 

Yang pasti disana kita tidak menelpon  atau meng sms dosen ( tapi meng email mereka ). Komunikasi yang paling sering dilakukan adalah melalui email. Kampus menyediakan email setiap dosen. Jadi ketika kita tidak memahami maksud tugasnya kita bisa mengemail dosen kita dan menanyakan lebih lanjut, atau jika kita ingin meminta tambahan waktu untuk tugas essay kita, kita bisa mengemail mereka meminta penangguhan waktu alias extension. Dan mereka akan membalas, don’t worry. Kebanyakan layanan yang diberikan kampus kepada mahasiswa internasional sangat memuaskan. Bahkan sangat dimudahkan yang membuat kita pada akhirnya sering membandingkan dengan layanaan yang diberikan dikampus kita di Indonesia.'

Living in Melbourne.

Tinggal di daerah Melbourne tidak serumit tinggal dikota seperti Jakarta (. Melbourne merupakan salah satu kota besar di Australia, selain Sydney. Kalau Sydney lebih bersifat bisnis kotanya, maka Melbourne tidak sebisnis Sydney, lebih ke unsur fashion (gambarannya tidak banyak gedung pencakar langit di Melbourne sebanyak Sydney ) dan tidak se hectic Sydney lalu lintasnya.

Jalan –jalan lebar dan tidak padat.  Jalanan padat hanya di jam pergi dan pulang kerja, dan macetpun tidak terlalu sering. Yang jelas jauh sekali dari kehidupan Jakarta yang  penuh dengan kemacetan dan asap.
Pejalan kaki disana begitu dihargai. Dan hampir di semua kota dinegara maju saya juga mendengar kisah seperti itu. Saya pernah berjalan disekitar area kampus dan berusaha menyeberang jalan, dan kebiasaan menunggu mobil lewat saya dari Aceh saya praktekkan.

Ternyata mobil tersebut berhenti dan dia melambaikan tangannya ke saya untuk lewat, hehe..I just could say “O, thank you” (. Dan ini juga berlaku di jalan raya. Kita bisa melihat di film-film, lampu lalu lintas mereka yang menyediakan symbol pejalan kaki, yang merupakan tanda waktunya pejalan kaki menyeberang. 

Salah satu cara kota ini mencegah kemacetan, mereka menyediakan bus tepat waktu dan menetapkan parkir yang tinggi di daerah  perkotaan. Makanya karyawan kantoran sering meninggalkan mobil mereka di daerah bebas parkir dan memilih naik bus untuk kekantor (Begitu cerita teman bule saya). Pernah suatu hari pada jam kerja saya dan teman ke tengah kota, dan pas masuk bus, hanya kami berdua yang tanpa setelan jas (
Selain itu, kota-kota di Australia juga memberikan informasi yang jelas tentang nama jalan, jadwal bus, jadwal tramp (sejenis kereta api kecil yang ditarik listrik di tengah jalan) yang bisa di akses di website maupun dibaca halte masing-masing. Disana kita akan dilatih menjadi disiplin waktu. Karena kalau tidak you will miss the bus ( (memang tempat kita, yang angkot bisa mundur jemput  kita yang tertinggal (). Dan yang pasti anda akan sering melihat ketenangan jalan raya tanpa klakson mobil dan selip sana selip sini.  Salah satu yang unik adalah mall-mall disana tutup sore hari, sekitar jam 6. :O, kami pernah keluar malam minggu dan berfikir untuk sekedar cuci mata di mall tengah kota Melbourne. Ternyata sampai disana mall sudah  tutup :D. Mereka terlihat lebih memilih berhenti kerja di malam hari dan menghabiskan weekend dengan keluarga, teman, pacar , di restaurant-restaurant. Sepertinya, they try to enjoy their lives dan melupakan kehidupan bekerja sampai larut malam.
Kota Melbourne juga ramah lingkungan.

Banyak taman-taman besar disediakan dimana pohon pohon hijau dijaga kehidupannya. Saya pernah bertanya kepada salah satu teman bule saya “what’s the orange box near the tree Del?” dan dia bilang “ it’s a water box  where the water will flow itself to keep the tree from drying when summer comes”. Begitulah mereka menjaga pohon pohon untuk tidak mati.

Satu hal positive lain yang bisa dipraktekkan adalah kebiasaan penggunaan kata “sorry, thank you, dan excuse me” . Kita bisa mendengar dari penumpang bus yang turun dan mengucapkan “thank you” untuk sopirnya, atau “sorry”  ketika mereka tanpa sengaja menyenggol kita sedikit di swalayan (meski bisa jadi yang menyenggol adalah kita )

So, that’s it. I feel I write too much. Yang pasti, berjalanlah ke belahan dunia agar kita mengenal dan mempelajari banyak hal. Ambil yang postivenya dan tinggalkan yang negativenya. Ambil yang positivenya dan praktekkan di tempat asal kembali. Kalau saya pribadi yang saya sukai dari perjalanan saya keluar adalah layanan public mereka yang begitu memudahkan setiap orang, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai pengguna jalan raya. Semoga kampus-kampus di Indonesia bisa lebih ramah dan terbuka informasinya, semoga mahasiswa-mahasiswa lebih tertib dikampus,  dan semoga jalanan di kota-kota Indonesia  lebih teratur dan juga lebih ramah dengan pengguna jalannya.

Dahniar Dawud
Master in Teaching English for Speakers of Other Languages (TESOL)
Deakin University, Burwood, Melbourne, Victoria.


_______________________________


Tertarik kuliah keluar Negeri?



Yuk persiapkan kemampuan Bahasa Inggris dengan Baik, Cambridge Lhokseumawe dengan senang hati akan membantu kamu. Segera dapatkan kesempatan kursus privat dilatih dari Dasar Jaminan Sampai Lancar.
Mau tahu info lengkap lainnya?

Datang langsung ke Jalan air bersih / jln Karimuddin Hasballah , ruko no 41, disamping mitra klinik, (bisa lewat jln Peutua Ibrahim dekat Kantor RRI pajak inpres) pas di simpang empatnya trus belok kiri, atau telfon aja ke nomor :
0823 6715 2233 ataupun ke nomor
0823 6493 9007 untuk ikut kelas dengan penawaran menarik sekarang juga!




Selasa, 15 Agustus 2017

Salah Satu Instruktur Cambridge Lhokseumawe Bercerita tentang Perjuangannya Meraih Beasiswa di Australia

Miss Dahniar.
Salah satu instruktur Cambridge Lhokseumawe bercerita tentang Perjuangannya meraih Beasiswa.

Pengalaman untuk Mencoba

Tulisan ini ditulis untuk  memberikan gambaran kepada mereka yang ingin melanjutkan kuliah diluar negeri.

Saya seorang guru bahasa Inggris dari fakultas keguruan universitas Syiah Kuala yang awalnya tidak memiliki ketertarikan untuk melanjutkan study ke jenjang S2 meskipun beberapa teman pintar saya di kampus dulu sudah melanglang buana ke beberapa negara untuk study lanjutan mereka. Pikiran pertama pada saat itu  adalah “wajar, mereka pintar”, dan saya tidak terlalu yakin dengan kemampuan saya.

Pada suatu ketika, disekolah tempat saya bekerja, saya bertemu dengan guru baru yang bukan dari jurusan Bahasa Inggris namun dari kampus yang sama yang memiliki semangat yang luar biasa dalam mencari beasiswa.

Dia mencoba semua beasiswa yang ditawarkan oleh beberapa negar meski Bahasa Inggrisnya pas-pas an. Disitulah saya berfikir “kenapa saya yang bisa Bahasa Inggris justru tidak melakukan hal yang sama seperti dia, padahal dia yang pas- pas an Bahasa Inggrisnya begitu gigih berusaha”
Mulailah saya bertanya padanya, apa saja jenis beasiswanya.

Dia begitu semangat menjelaskan semua jenis beasiswa dari beberapa negara. Pada saat itu, sekitar tahun 2008, Pemerintah lokal  Aceh melalui kantor gubernurnya, mebuat pengumuman besar-besaran di surat kabar local tentang beasiswa besar- besaran untuk S2 keluar negeri.

Rekan kerja saya ini bertanya “apakah kakak mau coba?” karena dia mau coba.
Dan beasiswa inipun saya tau dari dia ( .

Pada saat itu syarat yang diminta hanya ipk sekitar  3.00. Dan rata-rata beasiswa keluar negeri memang tidak mematok syarat ipk tinggi. Dengan ipk 2, 75, dan 3.00, anda bisa mendaftarkan beasiswa keluar negeri.

Tapi ada satu syarat yang seringkali menjadi kendala bagi mereka yang ingin keluar negeri yaitu “BAHASA ASING NEGARA YANG DITUJU”. Untuk beasiswa saya yang dulu, syarat toefl sekitar 450 keatas.
Saat itu masih belum pake toefl ITP. Dengan toefl yang dikeluarkan kampus sudah boleh mendaftar karena pada saat itu pemerintah Aceh memang memudahkan sekali syaratnya. Tapi tetap, dari ribuan pelamar, yang dipilih tetap mereka yang memiliki nilai TOEFL tinggi. (Saya sempat mendengar perkataan pimpinan beasiswa waktu saya memasukkan berkas, ia berkata “yang TOEFL 500 keatas dipisah”).
Dari situ saya merasa sedikit yakin (. Setelah memasukkan berkas, pengumuman lanjutan diumumkan , bahwa para peserta pencari beasiswa harus mengikuti wawancara .

Ada sebagian diwawancara oleh mereka yang bule ada yang diwawancara oleh pihak pemberi beasiswa. Saya ketiban diwawancara oleh pimpinan beasiswa.

Pertanyaannya  seputar
“ Why do you want to go abroad?, Do you want to leave your job?
, I heard your work place gives you a good salary? ect”

Intinya pertanyaan yang harus membuat kita bisa meyakinkan mereka bahwa kita benar-benar ingin keluar dan melanjutkan kuliah dan bisa memberikan sesuatu kepada daerah setelahnya.
Setelah  lolos wawancara , pengumuman berikutnya, kami harus mengikuti test IELTS.

Apa itu test IELTS?, wallahu’alam ( pada saat itu.

Tanpa persiapan, saya mengikuti testnya. Karena saya terbiasa mengikuti test TOEFL jadi tidak terlalu takut dengan listening meski ternyata  listening seectionnya sangat berbeda denagn TOEFL. Yang bisa saya katakan adalah IELTS lebih susah daripada TOEFL. Salah satunya dibagian Listening, karena kita harus bisa mengisi jawaban disaat mereka terus berbicara.

Untuk reading, Alhamdulillah ternyata soal readingnya, model test masuk kerja saya. Dan dikarenakan seringnya saya menterjemahkan dokumen pada saat di NGO, reading menjadi lebih mudah.
Saat itu  test Speaking ditiadakan (mungkin karena sudah wawancara dalam bahasa Inggris), namun ada test Writing yang juga agak “menakutkan” bagi pemula dan yang bukan pemula. Writing IELTS membutuhkan ide (Tapi rata-rata writing memang butuh ide ya (. Maksudnya ide disini adalah, ide yang nyambung dengan topiknya. Jadi yang membuatnya menakutkan adalah, jika topic yang diberikan tidak pernah kita dengar sama sekali atau kurangnya bacaan kita tentang hal tersebut.

Topiknya bervariasi, tentang lingkungan, pendidikan, olahraga, kebijakan publik, dan sebagainya.
Sekitar sebulan atau dua bulan (don’t remember exactly how long) pengumuman akhir diumumkan di Koran nama-nama penerima beasiswa ke dua negara, Jerman dan Australia.

Dan nama saya masuk kedalam peneriman beasiswa ke negara Australia. Saya bingung plus tidak terlalu excited awalnya, karena lulusnya ke Australia, kok bukan Inggris seperti yang saya pilih. Ternyata memang pada saat itu hanya dua negara fokus besarnya.
Saya berangkat tahun 2010, meski saya dapat jatah beasiswa tahun 2009.

Dikarenakan saya mengalami kecelakaan serius yang harus menjalani operasi kepala, saya akhirnya meminta penundaan beasiswa dan disetujui oleh pihak beasiswa. Dan biaya kuliah saya disimpan oleh mereka selama setahun. Saya sempat disuruh mengikuti kursus Bahasa Inggris lagi sebagai bentuk keseriusan saya untuk melanjutkan kuliah agar mereka tidak mencabut beasiswa saya. Akhirnya saya ikuti sambil mendaftar ke kampus Australia sendiri dengan berkas-berkas yang sudah diberikan oleh pihak beasiswa seperti surat Sponsor (ini yang penting().
Setelah diterima, dapat Letter of Acceptance (LoA) dari kampus, saya baru bisa mengurus visa. Berhubung berangkat sendiri, jadi urus visa sendirian. Mengurus student visa bisa dilakukan di satu perwakilan Australia di Medan disertai dengan hasil medical check up dari klinik yang sudah ditentukan.

And finally, dapatlah visa dan berangkatlah saya sendirian dimalam hari ke Australia. Seru plus senang ketika semua urusan selesai. Dan bangga juga bisa mengurus sendirian. Meski awalnya seperti saya sebutkan tadi kurang excited, tapi ternyata begitu sampai disana, melihat kota Melbourne, pikiran saya berubah. Ternyata Melbourne sangat indah, tidak kalah dengan Inggris.

Begitulah sedikit kisah pencarian beasiswa saya, semoga memberi inspirasi dan semangat bagi yang mau melanjutkan kuliah diluar negeri. Untuk pengalaman belajar diluar negeri akan saya tulis dibagian lain.

TIPS bagi anda yang mau kuliah diluar :

Jangan meragukan kemampuan diri, dan lihatlah keberhasilan dan kegigihan mereka dibawahmu, karena itu akan memacumu untuk berusaha.

Biasakan diri dengan test TOEFL dan IELTS. Terutama dibagian listening dan writing.
Banyaklah membaca  tulisan-tulisang Bahasa Inggris yang berat (bukan sastra ya) agar menambah vocabulary yang berrsifat akademik. Test TOEFL dan IELTS menggunakan vocabulary akademik.

Baca bacaan yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan, pendidikan, kebijakan public dsb.
Don’t forget to pray. Itu juga penting.

Berikut beberapa jenis beasiswa   yang bisa dicoba:
Chevening (Inggris)
Fullbright ( US)
Australia Awards (Australia)
New Zealand Scholarship
DAAD (Jerman)
Stuned (Belanda)
Monbukagakusho (Jepang)

Note : Teman yang memperkenalkan saya yang memberi saya motivasi untuk mencoba akhirnya lulus di Taiwan untuk melanjutkan pendidikan sciencenya setelah saya pulang ke Aceh.
So, just try.

Miss Dahniar.
Salah satu instruktur Cambridge Lhokseumawe bercerita tentang Perjuangannya meraih Beasiswa.
Part 2

Living and Studying Abroad
Saat anda memutuskan kuliah diluar negeri, jangan takut jika anda harus berangkat sendirian. Why? Karena ketika kita mendaftar ke kampus luar, biasanya mereka menyediakan layanan menjemput para mahasiswa internasional dibandara.

Pada awal saya mendaftarkan dulu dikampus Deakin University  di daerah Burwood, Melbourne, pihak kampus mengirim email dan meminta nomor penerbangan saya. Mereka juga menanyakan akan apakah kita mau tinggal sementara di asrama mahasiswa mereka sementara, sebelum kita mencari  dan mendapatkan  tempat tinggal lain (istilah kita, kost lain) jika kita tidak menyukai kehidupan asrama kampus.

Bahkan pihak kampus bisa juga mengirimkan kita email perwakilan mahasiswa dari negara Indonesia untuk membantu kita pada awal kedatangan (saat saya mencoba mendaftar di kampus di Inggris dan diterima namun tidak berhasil dapat sponsor).

Sebagian kampus memiliki perwakilannya dari negara yang berbeda-beda untuk membantu para mahasiswa internasional baru . So don’t worry about going alone (biasanya jarang sih alone, kecuali biaya sndiri).

Umumnya berangkat satu group.
Karena saya kuliah melalui beasiswa pemerintah Aceh, saya hanya mengikuti apa yang sudah ditetapkan oleh mereka. Ternyata pihak beasiswa sudah mengatur tempat saya tinggal. Saya tinggal di apartement bersama sekitar 9 mahasiswa Aceh lainnya. Sebenarnya saya ingin sekali merasakan tinggal dengan mereka dari background yang berbeda agar speaking English saya saya praktekkan setiap hari. Tapi ujung-ujungnya bahasa Indonesia dan  Bahasa Aceh juga tiap hari meski sudah diluar negeri hehehe..

Tapi Alhamdulillah, beberapa kawan kelas dari negara berbeda menjadi teman yang baik. Jadi speaking English tetap terjaga diluar kampus. We went out together some times. Pergi ke taman, menyusuri  kota kecil dsb.

Awal kegiatan dikampus berupa kegiatan orientation, sebuah kegiatan bagi mahasiswa kampus untuk mengenal lokasi kampus dan membantu mahasiswa baru untuk registrasi, untuk  membuka buku rekening bank, dan untuk membuat ID mahasiswa. Jadi beda sekali kegiatan orientasi kita disini dengan diluar.

Ini merupakan kritik saya bagi kegiatan orientasi kampus di Indonesia yang sering diisi dengan kegiatan peloncoan yang tidaak bermanfaat (semoga benar-benar sudah hilang kegiatan itu).

Model perkuliahan bermacam-macam, tergantung jurusan apa yang kita pilih juga. Jika kita mengambil program master tentunya mata kuliahnya tidak sebanyak S1.  Untuk Master mata kuliah diluar negeri berkisar antara 12 mata kuliah. 4 mata kuliah di trisemester, 4 di trisemester berikutnya dan 4 ditri semester selanjutnya.

Australia menggunakan system trisemester, artinnya semester mereka berkisar hanya 4 bulan, beda dengan Indonesia yang 6 bulan.

Terdengar enak karena tidak lama-lama, namun jika tugas menumpuk dan harus dikumpul di tanggal yang berdekatan, kita bisa hanya berjalan antara kampus, perpustakaan dan apartemen.

Di luar negeri, program masternya juga bisa dipilih, apakah mau research saja, kuliah saja (coursework), atau kuliah dengan research (coursework-research).
Kebanyakan tugas disana berupa  essay.

Makanya jangan heran kalau pemberi beasiswa sangat menekankan kemampuan menulis kita dari nilai IELTS dan TOEFL. Essay disana tidak sembarangan essay dimana disini (saya sering lihat tugas mahasiswa ) yang hanya copy paste. Jangan bawa kebiasaan itu diluar negeri kalau tidak mau berurusan dengan sangsi yang disediakan kampus. Menyontek atau menjiplak merupakan kasus yang serius diluar negeri.

Selain itu, essay yang diharapkan oleh para dosen disana juga harus bisa memperlihatkan ‘Critical Thinking’ kita. Kita juga harus bisa mempertahankan argument kita  di essay dengan dukungan data-data dari bahan  yang kita baca. 

Selain itu, essay juga harus bisa memberikan jawaban dari soal yang dosen berikan artinya tidak melenceng dari topic yang diminta. Dan usahakan mengikuti gaya ‘Anglo Saxon’ karena kehidupan kampus mereka dari budaya Anglo Saxon, dimana mereka menyukai sesuatu yang tidak berbelit-belit, to do point. Gaya penulisan berbeda dalam tiap budaya (saya mempelajari ini dalam mata kuliah saya Cross Culture Understanding). 

Arab terbiasa berputar-putar, Asia jg begitu. Anglo saxon modelnya seperti panah ke bawah.

Makanya jangan heran kalau essay mereka hanya sekitar 2000, 3000, 4000 kata. Hanya beberapa lembar saja. Tapi akan menyulitkan ketika kita tidak terbiasa menulis akademik.

Namun jika sumber yang dibaca banyak, insya Allah mudah dan lancer idenya.

Dan ini juga memberikan nilai lebih dalam essay kita.

Tapi jangan khawatir, kampus juga memberikan layanan bagi mahasiswa baru berupa support class yang membahas tentang penulisan essay di masa orientasi. Itu bisa diiukuti mahasiswa S1 mauppun S2. Mereka menyediakan buku kecil pengantar menulis essay, cara mengquote kutipan, cara menulis daftar pustaka dsb. (saya tidak tau apakah semua kampus memberikan layanan itu).
Salah satu yang terasa sekali perbedaaan kehidupan kampus di sana dan di sini adalah, sikap mahasiswanya yang tidak bising baik didalam dan di luar ruangan kelas serta di perpustakaan.

Apalagi jika anda mengunjungi perpustakaan University of Melbourne di tengah kota, anda tidak berani bersuara sedikitpun.
Lalu bagaimana dengan komunikasi dengan para dosen disana?

Yang pasti disana kita tidak menelpon  atau meng sms dosen ( tapi meng email mereka ). Komunikasi yang paling sering dilakukan adalah melalui email. Kampus menyediakan email setiap dosen. Jadi ketika kita tidak memahami maksud tugasnya kita bisa mengemail dosen kita dan menanyakan lebih lanjut, atau jika kita ingin meminta tambahan waktu untuk tugas essay kita, kita bisa mengemail mereka meminta penangguhan waktu alias extension. Dan mereka akan membalas, don’t worry. Kebanyakan layanan yang diberikan kampus kepada mahasiswa internasional sangat memuaskan. Bahkan sangat dimudahkan yang membuat kita pada akhirnya sering membandingkan dengan layanaan yang diberikan dikampus kita di Indonesia.

Living in Melbourne.

Tinggal di daerah Melbourne tidak serumit tinggal dikota seperti Jakarta (. Melbourne merupakan salah satu kota besar di Australia, selain Sydney. Kalau Sydney lebih bersifat bisnis kotanya, maka Melbourne tidak sebisnis Sydney, lebih ke unsur fashion (gambarannya tidak banyak gedung pencakar langit di Melbourne sebanyak Sydney ) dan tidak se hectic Sydney lalu lintasnya.

Jalan –jalan lebar dan tidak padat.  Jalanan padat hanya di jam pergi dan pulang kerja, dan macetpun tidak terlalu sering. Yang jelas jauh sekali dari kehidupan Jakarta yang  penuh dengan kemacetan dan asap.

Pejalan kaki disana begitu dihargai. Dan hampir di semua kota dinegara maju saya juga mendengar kisah seperti itu. Saya pernah berjalan disekitar area kampus dan berusaha menyeberang jalan, dan kebiasaan menunggu mobil lewat saya dari Aceh saya praktekkan.

Ternyata mobil tersebut berhenti dan dia melambaikan tangannya ke saya untuk lewat, hehe..I just could say “O, thank you” (. Dan ini juga berlaku di jalan raya. Kita bisa melihat di film-film, lampu lalu lintas mereka yang menyediakan symbol pejalan kaki, yang merupakan tanda waktunya pejalan kaki menyeberang. 

Salah satu cara kota ini mencegah kemacetan, mereka menyediakan bus tepat waktu dan menetapkan parkir yang tinggi di daerah  perkotaan. Makanya karyawan kantoran sering meninggalkan mobil mereka di daerah bebas parkir dan memilih naik bus untuk kekantor (Begitu cerita teman bule saya). Pernah suatu hari pada jam kerja saya dan teman ke tengah kota, dan pas masuk bus, hanya kami berdua yang tanpa setelan jas (
Selain itu, kota-kota di Australia juga memberikan informasi yang jelas tentang nama jalan, jadwal bus, jadwal tramp (sejenis kereta api kecil yang ditarik listrik di tengah jalan) yang bisa di akses di website maupun dibaca halte masing-masing. Disana kita akan dilatih menjadi disiplin waktu. Karena kalau tidak you will miss the bus ( (memang tempat kita, yang angkot bisa mundur jemput  kita yang tertinggal (). Dan yang pasti anda akan sering melihat ketenangan jalan raya tanpa klakson mobil dan selip sana selip sini.  Salah satu yang unik adalah mall-mall disana tutup sore hari, sekitar jam 6. :O, kami pernah keluar malam minggu dan berfikir untuk sekedar cuci mata di mall tengah kota Melbourne. Ternyata sampai disana mall sudah  tutup :D. Mereka terlihat lebih memilih berhenti kerja di malam hari dan menghabiskan weekend dengan keluarga, teman, pacar , di restaurant-restaurant. Sepertinya, they try to enjoy their lives dan melupakan kehidupan bekerja sampai larut malam.
Kota Melbourne juga ramah lingkungan.

Banyak taman-taman besar disediakan dimana pohon pohon hijau dijaga kehidupannya. Saya pernah bertanya kepada salah satu teman bule saya “what’s the orange box near the tree Del?” dan dia bilang “ it’s a water box  where the water will flow itself to keep the tree from drying when summer comes”. Begitulah mereka menjaga pohon pohon untuk tidak mati.

Satu hal positive lain yang bisa dipraktekkan adalah kebiasaan penggunaan kata “sorry, thank you, dan excuse me” . Kita bisa mendengar dari penumpang bus yang turun dan mengucapkan “thank you” untuk sopirnya, atau “sorry”  ketika mereka tanpa sengaja menyenggol kita sedikit di swalayan (meski bisa jadi yang menyenggol adalah kita )
So, that’s it. I feel I write too much. Yang pasti, berjalanlah ke belahan dunia agar kita mengenal dan mempelajari banyak hal. Ambil yang postivenya dan tinggalkan yang negativenya. Ambil yang positivenya dan praktekkan di tempat asal kembali. Kalau saya pribadi yang saya sukai dari perjalanan saya keluar adalah layanan public mereka yang begitu memudahkan setiap orang, baik sebagai mahasiswa maupun sebagai pengguna jalan raya. Semoga kampus-kampus di Indonesia bisa lebih ramah dan terbuka informasinya, semoga mahasiswa-mahasiswa lebih tertib dikampus,  dan semoga jalanan di kota-kota Indonesia  lebih teratur dan juga lebih ramah dengan pengguna jalannya.

Dahniar Dawud
Master in Teaching English for Speakers of Other Languages (TESOL)
Deakin University, Burwood, Melbourne, Victoria.

_______________________________
Tertarik kuliah keluar Negeri?
Yuk persiapkan kemampuan Bahasa Inggris dengan Baik, Cambridge Lhokseumawe dengan senang hati akan membantu kamu. Segera dapatkan kesempatan kursus privat dilatih dari Dasar Jaminan Sampai Lancar.
Mau tahu info lengkap lainnya?

Datang langsung ke Jalan air bersih / jln Karimuddin Hasballah , ruko no 41, disamping mitra klinik, (bisa lewat jln Peutua Ibrahim dekat Kantor RRI pajak inpres) pas di simpang empatnya trus belok kiri, atau telfon aja ke nomor :
0823 6715 2233 ataupun ke nomor
0823 6493 9007 untuk ikut kelas dengan penawaran menarik sekarang juga!



Jumat, 11 Agustus 2017

Kursus Bahasa Inggris di Lhokseumawe terakui

From zero to Hero.

Khusus Dewasa
Jika Anda merasa sulit sekali berbahasa Inggris padahal Sangat membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris.

Jika Anda merasa kemampuan Bahasa Inggris Anda Nol.

Jika Anda membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris untuk tujuan:

1. Presentasi internasional.
2. Menulis jurnal dan artikel.
3. Melanjutkan kuliah keluar negeri
4. Persiapan Kerja keluar negeri
5. Persiapan wawancara kerja.
6. Meningkatkan Nilai TOEFL / IELTS

Selamat anda telah menemukan tempat yang tepat untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris.
Cambridge School Lhokseumawe.

Disini lah tempat yang tempat untuk anda. Kami siap membantu anda meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris sampai Lancar.

Di Lhokseumawe lembaga kursus kami satu-satunya lembaga kursus Bahasa Inggris yang memberikan jaminan sampai Lancar.

Jangan khawatir dengan jadwal karena fleksibel bisa di atur bersama, tidak perlu malu, karena kita menggunakan metode privat, satu guru satu murid.

Jangan khawatir dengan biaya pasti terjangkau, jangan khawatir dengan kurikulum karena kurikulum internasional bahan ajar dari Cambridge university press dan British Council.

Kenapa memilih kursus yang biasa kalau ada kursus Bahasa Inggris yang ada jaminan sampai Bisa...?

~ coba bayangkan dari SD, SMP, SMA, trus Kuliah. Semua nya ada belajar bahasa Inggris tapi Belum tentu ''Bisa''

~ Habisin Biaya Berapa coba? Habisin Waktu dan tenaga tapi belum lancar juga.
Huft.

~ jangankan kosa-kata, istilah bahasa Inggris aja cuma ngerti cuma yes No. Yes No. I love you. Wkwkwk...

~ jangan kan Grammar yang kompleks, 16 Tenses aja belum tentu ngerti. 😂

Kalau kalian punya pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih ribet, hmm tenang, kalian gk sendiri, bahkan ada yang lebih parah. Alhamdullilah di Cambridge kalian bakal menemukan solusinya.

Karena cuma di Cambridge Lhokseumawe, satu-satunya Kursus Bahasa Inggris yang ada jaminan sampai Lancar.

Keren kan ? 😎
.............................................................

Les untuk SD di Lhokseumawe

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Itu Penting? Di era global saat ini, kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi tela...